VOICEOFJATIM – Festival Anak Berprestasi Indonesia (FABI) XV 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan akademik, tetapi juga menunjukkan meningkatnya minat pelajar Indonesia mengikuti kompetisi tingkat nasional. Dari sekitar 14.000 peserta yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 7.000 peserta terbaik berhasil melaju ke babak Grand Final di Kota Malang, sebelum akhirnya memperebutkan gelar juara pada puncak penyelenggaraan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan grand final yang berlangsung selama dua hari, mulai 25 hingga 26 Juli 2026. Bahkan, ribuan finalis beserta orang tua memilih bertahan hingga prosesi penganugerahan medali selesai. Fenomena tersebut berbeda dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, ketika sebagian besar rombongan langsung kembali ke daerah asal setelah menyelesaikan tes.

Ketua Pelaksana Festival Anak Berprestasi Indonesia (FABI) XV 2026, Arif Mustofa, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai jadwal, mulai dari pelaksanaan tes tertulis hingga seremoni penghargaan bagi para peraih medali.
“Dari tanggal 25 kemarin tes tertulisnya berjalan dengan lancar. Kemudian diteruskan hari ini untuk seremoni peraih medali Juara Nasional Festival Anak Berprestasi Indonesia ke-15 tahun 2026 dan seluruh rangkaian juga sudah selesai terselenggara,” ujarnya.

Menurut Arif, tingginya antusiasme peserta menjadi salah satu catatan penting dalam penyelenggaraan tahun ini. Jika sebelumnya peserta yang telah mengikuti tes langsung kembali ke daerah masing-masing, kali ini mayoritas memilih menunggu hingga prosesi awarding berakhir.
“Biasanya kalau kami tes dua hari, sebagian besar rombongan hari pertama sudah selesai kemudian langsung kembali ke daerahnya masing-masing. Kebetulan untuk tahun ini antusiasmenya luar biasa, sehingga para peserta dari berbagai daerah memilih menunggu sampai acara awarding. Mereka mengikuti seluruh rangkaian seremoni dari awal hingga selesai sekitar pukul tiga sore,” katanya.
Dari sekitar 7.000 finalis yang tampil di Grand Final, panitia menetapkan empat Juara Umum pada masing-masing jenjang pendidikan. Para peraih penghargaan tertinggi tersebut memperoleh hadiah utama berupa field trip ke Singapura, setelah mencatatkan nilai tertinggi dari tiga mata pelajaran yang diikuti sekaligus meraih perolehan medali terbaik.
Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan khusus berupa satu unit laptop kepada peserta yang berhasil memperoleh perfect score pada babak final.
“Jadi dari 7.000 total finalis dari berbagai provinsi yang mengikuti tes, kami memilih hadiah utama Juara Umum pada setiap level. Ada empat hadiah utama berupa field trip ke Singapura. Kami juga memberikan satu unit laptop kepada peserta yang memperoleh perfect score pada Final FABI 2026,” jelas Arif.
Tak hanya penghargaan utama, FABI XV juga menetapkan First Champion, Second Champion, dan Third Champion pada setiap jenjang. Sementara penghargaan medali diberikan kepada 120 peserta terbaik, yang terdiri atas 25 Gold Award, 45 Silver Award, dan 55 Bronze Award dari seluruh kategori yang diperlombakan.
Arif menilai tren peningkatan jumlah peserta menjadi sinyal positif bagi perkembangan kompetisi akademik nasional. Karena itu, panitia mulai menyiapkan sejumlah penyempurnaan untuk penyelenggaraan FABI XVI, termasuk memperluas jangkauan peserta ke lebih banyak provinsi di Indonesia.
“Tahun depan diperkirakan mengalami tren positif karena antusiasme peserta maupun orang tua sangat baik. Kami akan mempersiapkan lebih baik lagi dengan menambah provinsi yang terlibat sehingga semakin banyak daerah di Indonesia dapat mengikuti FABI ke-16,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kualitas kompetisi juga akan tetap menjadi perhatian utama. Pada babak grand final, komposisi soal sengaja didominasi kategori sulit agar mampu mengukur kemampuan analisis dan pemecahan masalah para peserta.
“Untuk final ini komposisi soal terdiri dari mudah, sedang, dan sulit. Namun porsi soal sulit memang paling banyak. Bagi yang belum mendapatkan juara jangan berkecil hati karena masih banyak kompetisi nasional maupun internasional yang dapat diikuti. Sementara yang sudah menang jangan cepat berpuas diri karena masih banyak kompetisi yang menunggu untuk terus berproses dan berprestasi,” pungkas Arif.














