Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

UB Luncurkan SEMAR, Sistem Baru untuk Membaca Ancaman di Balik Target Kampus

badge-check


					0-0x0-0-0# Perbesar

0-0x0-0-0#

VOICEOFJATIM – Universitas Brawijaya (UB) mulai memperketat pengawasan internal dengan meluncurkan SEMAR atau Sistem Informasi Manajemen Risiko. Platform ini disiapkan untuk memetakan ancaman yang berpotensi mengganggu target kampus, mulai dari level unit kerja hingga pimpinan universitas.

Peluncuran sistem tersebut menunjukkan bahwa tantangan perguruan tinggi saat ini tidak lagi hanya berkutat pada pendidikan dan penelitian. Di balik target kinerja, terdapat risiko reputasi, persoalan sumber daya manusia, hambatan administrasi, hingga masalah pengadaan barang dan jasa yang bisa memengaruhi jalannya organisasi.

Rektor Widodo mengatakan, seluruh unit kerja di lingkungan UB harus mulai menerapkan pola kerja berbasis manajemen risiko. Setiap potensi masalah diminta dikenali sebelum berkembang menjadi gangguan nyata.

“Kita ingin bahwa seluruh unit yang ada di Universitas Brawijaya sudah mengimplementasikan manajemen risiko dan terpantau di dashboard SMART tersebut,” ujar Widodo.

Menurutnya, tugas pimpinan unit bukan hanya memastikan program berjalan, tetapi juga memahami titik rawan yang mungkin muncul di masing-masing bidang.

“Setiap unit, setiap orang, setiap bagian dari organisasi di Universitas Brawijaya, di samping dia memahami tugas pokok dan fungsinya, yang bersangkutan atau unit atau pimpinan di masing-masing unit harus memahami risiko yang mungkin terjadi,” katanya.

Widodo menilai, semakin besar ukuran organisasi, maka semakin banyak pula potensi gangguan yang harus dikelola secara sistematis. Karena itu, manajemen risiko menjadi elemen penting dalam tata kelola kampus modern.

“Semakin besar, semakin kompleks organisasi, maka manajemen risiko menjadi salah satu tulang punggung manajemen yang ada di suatu organisasi, khususnya di Universitas Brawijaya,” tegasnya.

Ia menambahkan, tidak ada aktivitas kampus yang bebas risiko, termasuk sektor pendidikan. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sebelum dampak membesar.

“Semua aktivitas kita memiliki risiko dan itu harus dimitigasi,” ujarnya.

Ketua Satuan Reformasi Birokrasi UB Ngesti Dwi Prasetyo menjelaskan, SEMAR bekerja dengan menghubungkan target strategis universitas dengan pemetaan ancaman yang mungkin menghambat pencapaiannya.

“Kita ini punya visi misi, kemudian punya Renstra, kemudian kita punya IKU, kemudian kita punya perjanjian kinerja. Nah, semua ini pada akhirnya harus dilakukan identifikasi risiko,” kata Ngesti.

Ia menjelaskan, setiap unit nantinya menginput potensi risiko, tingkat kemungkinan, dan dampaknya ke dalam sistem. Data tersebut kemudian tersaji dalam dashboard yang bisa dipantau pimpinan universitas secara real time.

“Dengan adanya dashboard SMART ini, Pak Rektor itu bisa melihat mana kemudian kira-kira risiko yang sering terjadi, hampir terjadi, atau tidak sama sekali terjadi,” jelasnya.

Menurut dia, indikator berwarna dalam dashboard akan menjadi alat peringatan dini. Jika suatu persoalan masuk kategori berat, pimpinan dapat segera mengambil langkah korektif.

“Yang warna-warna merah ini artinya problem, early warning system kita,” ujarnya.

Ia mencontohkan, jika risiko terbesar yang muncul berkaitan dengan reputasi kampus, maka kebijakan akan diarahkan pada penguatan citra dan layanan. Jika persoalan dominan ada di pengadaan, maka perbaikan diarahkan ke sektor tersebut.

Melalui SEMAR, UB menandai perubahan cara pandang dalam mengelola kampus. Kinerja tidak lagi sekadar soal capaian angka, tetapi juga kemampuan membaca ancaman yang tersembunyi di balik setiap target.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Reses Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang: Fasilitasi Dialog Warga dengan DPUPRPKP, Banjir dan PSU Jadi Sorotan

8 July 2026 - 12:08 WIB

Reses Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang: Fasilitasi Dialog Warga dengan DPUPRPKP, Banjir dan PSU Jadi Sorotan

Pakar UB: Polemik LGBTQ dalam Perpres 111/2025 Perlu Dibaca dari Perspektif Komunikasi Politik

6 July 2026 - 20:00 WIB

Pakar UB: Polemik LGBTQ dalam Perpres 111/2025 Perlu Dibaca dari Perspektif Komunikasi Politik

STIE Malangkucecwara Dampingi UMKM Balearjosari, Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital

4 July 2026 - 10:11 WIB

STIE Malangkucecwara Dampingi UMKM Balearjosari, Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital

SRB UB Petakan 1.500 Program Berisiko Tinggi, Sertifikasi ISO 31000 Dibidik Rampung Akhir Tahun

30 June 2026 - 20:13 WIB

SRB UB Petakan 1.500 Program Berisiko Tinggi, Sertifikasi ISO 31000 Dibidik Rampung Akhir Tahun

STIE Malangkucecwara Libatkan Chef Internasional untuk Tingkatkan Standar Kuliner UMKM Kampoeng Heritage Kajoetanga

26 June 2026 - 16:38 WIB

STIE Malangkucecwara Libatkan Chef Internasional untuk Tingkatkan Standar Kuliner UMKM Kampoeng Heritage Kajoetanga
Trending on Berita