Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Travel

Tradisi Sambut Ramadan di Jawa Timur, dari Megengan hingga Pawai Obor

badge-check


					Tradisi Megengan. (Dok Antara) Perbesar

Tradisi Megengan. (Dok Antara)

VOJ – Menjelang Ramadan, masyarakat Jawa Timur memiliki berbagai tradisi khas yang masih lestari hingga kini. Dari Megengan hingga Pawai Obor, setiap daerah punya cara unik dalam menyambut bulan suci ini.

Salah satu tradisi yang paling umum adalah Megengan, yang berasal dari kata “megeng” atau menahan. Tradisi ini dilakukan dengan menggelar selamatan dan berbagi kue apem sebagai simbol permohonan maaf. Biasanya, masyarakat berkumpul bersama keluarga dan tetangga untuk berdoa dan mengirimkan doa kepada leluhur.

Di daerah seperti Ponorogo, Madiun, dan Magetan, terdapat tradisi Padusan, yaitu ritual mandi besar di sumber mata air, sungai, atau masjid. Ritual ini melambangkan penyucian diri sebelum memasuki bulan puasa. Beberapa lokasi yang sering dijadikan tempat padusan adalah Sendang Kamulyan di Ponorogo, Sumber Taman di Madiun, dan Telaga Wahyu di Magetan.

Di Surabaya, Malang, dan beberapa daerah lainnya, masyarakat juga menggelar Pawai Obor sebagai simbol penerangan hati dalam menyambut Ramadan. Pawai ini biasanya dilakukan pada malam hari dengan peserta membawa obor sambil melantunkan selawat.

Sementara itu, di kawasan pesisir seperti Gresik, Lamongan, dan Tuban, ada tradisi Nyadran, yaitu ritual ziarah kubur dan doa bersama untuk para leluhur. Biasanya, warga membawa tumpeng dan makanan yang kemudian dibagikan kepada tetangga dan masyarakat sekitar.

Setiap daerah di Jawa Timur memiliki cara tersendiri dalam menyambut Ramadan. Tradisi-tradisi ini bukan hanya sekadar budaya, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Manajemen Baru New Wisata Wendit Inventarisir Aset, Siapkan Pertemuan dengan Vendor

2 April 2026 - 17:04 WIB

Manajemen Baru New Wisata Wendit Inventarisir Aset, Siapkan Pertemuan dengan Vendor

Mudik ke Turen? Ini 7 Rekomendasi Cafe Hits untuk Bukber & Halal Bihalal Lebaran 2026

12 March 2026 - 01:58 WIB

Mudik ke Turen? Ini 7 Rekomendasi Cafe Hits untuk Bukber & Halal Bihalal Lebaran 2026

Semar Tempoe Doeloe Jilid 2 Kembali Hadir, Warga Arjosari Siap Gelar Festival Bernuansa Jadul

21 July 2025 - 02:21 WIB

Semar Tempoe Doeloe Jilid 2 Kembali Hadir, Warga Arjosari Siap Gelar Festival Bernuansa Jadul

Makin Fleksibel, KAI Izinkan Beli Tiket Kereta Sampai 10 Menit Sebelum Berangkat

11 July 2025 - 08:52 WIB

Makin Fleksibel, KAI Izinkan Beli Tiket Kereta Sampai 10 Menit Sebelum Berangkat

Fatwa MUI Soal Sound Horeg Masih Dikaji, Penggunaan untuk Hura-Hura Bisa Diharamkan

5 July 2025 - 16:28 WIB

Fatwa MUI Soal Sound Horeg Masih Dikaji, Penggunaan untuk Hura-Hura Bisa Diharamkan
Trending on Travel