Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Politik

Efisiensi Anggaran di Era Prabowo, Pakar UB: Jangan Sampai Ganggu Pelayanan Publik

badge-check


					Ahli Kebijakan Publik Andy Fefta Wijaya. (Lisdya Shelly/VOJ) Perbesar

Ahli Kebijakan Publik Andy Fefta Wijaya. (Lisdya Shelly/VOJ)

VOJ – Pakar kebijakan publik dari Universitas Brawijaya (UB), Andy Fefta Wijaya, menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemangkasan anggaran ini dilakukan di hampir seluruh kementerian dan lembaga negara untuk mengalokasikan dana ke program prioritas, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).

Andy menegaskan bahwa efisiensi anggaran memang diperlukan, tetapi harus diterapkan dengan selektif. Menurutnya, pemangkasan yang dilakukan secara seragam bisa berdampak pada terganggunya pelayanan publik.

“Efisiensi itu perlu, tapi kalau semua kementerian dipukul rata harus memangkas 50% anggarannya, hasilnya tidak akan optimal,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ilmu Administrasi UB ini menyoroti bahwa beberapa kementerian dan lembaga sebenarnya sudah efisien dalam penggunaan anggarannya. Namun, karena kebijakan ini diterapkan menyeluruh, mereka tetap harus melakukan pemangkasan, meskipun masih membutuhkan dana besar untuk menjalankan tugasnya.

“Saya khawatir jika pemotongan ini dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan spesifik setiap sektor, layanan penting seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar bisa terdampak. Kalau ini terjadi, masyarakat yang akan merasakan dampaknya langsung,” tambahnya.

Selain berpotensi mengganggu pelayanan publik, pemangkasan anggaran juga dinilai bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Andy mengingatkan bahwa belanja negara merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia.

“Kalau belanja pemerintah terlalu dikurangi, pertumbuhan ekonomi bisa stagnan. Saat ini kita masih di kisaran 5%, sementara untuk mencapai target Indonesia Emas 2045, kita butuh pertumbuhan 8%,” tegasnya.

Meski pengalihan anggaran ke program MBG diharapkan membawa manfaat sosial, Andy menilai belum ada jaminan bahwa kebijakan ini akan berdampak langsung pada percepatan pertumbuhan ekonomi.

“Kalau ternyata pertumbuhan ekonomi tidak terdorong dengan kebijakan ini, maka harus ada evaluasi ulang. Efisiensi itu boleh, tapi cara penerapannya harus diperhitungkan dengan matang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo telah menginstruksikan pemangkasan anggaran sebesar Rp306,69 triliun dalam APBN 2025 melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Beberapa pos yang mengalami pemangkasan mencakup perjalanan dinas hingga 50%, acara seremonial dan pertemuan pemerintahan yang dinilai tidak esensial, serta pengadaan barang dan jasa yang tidak mendesak.

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan penggunaan anggaran lebih efektif dan dialihkan ke sektor yang lebih berdampak pada kesejahteraan rakyat, salah satunya melalui program MBG.

 

 

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Djoko Prihatin Berhasil Satukan Golkar Kedungkandang, Muscam Jadi Titik Balik Konsolidasi Internal

26 July 2026 - 21:27 WIB

Djoko Prihatin Berhasil Satukan Golkar Kedungkandang, Muscam Jadi Titik Balik Konsolidasi Internal

Muscam Kedungkandang Tetapkan Sri Mulyana, Golkar Bidik Tambah Kursi pada Pemilu 2029

26 July 2026 - 20:48 WIB

Muscam Kedungkandang Tetapkan Sri Mulyana, Golkar Bidik Tambah Kursi pada Pemilu 2029

Surat Perdin Wabup Lathifah Diduga Palsu, RDP DPRD Malang Memanas hingga Mendagri Turun Tangan

14 May 2026 - 17:41 WIB

Surat Perdin Wabup Lathifah Diduga Palsu, RDP DPRD Malang Memanas hingga Mendagri Turun Tangan

Golkar Sukun Solid, Tinik Wijayanti Kembali Pimpin PK dan Targetkan Dua Kursi DPRD Kota Malang

11 May 2026 - 16:00 WIB

Golkar Sukun Solid, Tinik Wijayanti Kembali Pimpin PK dan Targetkan Dua Kursi DPRD Kota Malang

Aklamasi di Blimbing, Golkar Kota Malang Soroti Penguatan Struktur Hingga Level Bawah

4 May 2026 - 11:32 WIB

Aklamasi di Blimbing, Golkar Kota Malang Soroti Penguatan Struktur Hingga Level Bawah
Trending on Berita