Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Edukasi

Mahasiswa Doktoral UB Soroti Ketimpangan Tata Kelola Ekowisata Bunaken

badge-check


					Ujian Terbuka Disertasi Dr Riyad SH MH. (Shelly/VOJ) Perbesar

Ujian Terbuka Disertasi Dr Riyad SH MH. (Shelly/VOJ)

VOJ – Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Brawijaya, Riyad, menggelar ujian terbuka yang digelar pada 27 Februari 2025 dengan disertasi berjudul “Rekonstruksi Model Kelembagaan Yang Responsif Berbasis Keadilan Sosial dan Kearifan Lingkungan Masyarakat Hukum Adat.”

Studi ini menyoroti ketimpangan dalam tata kelola ekowisata Taman Laut Nasional Bunaken yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat adat.

Dalam ujian terbuka yang berlangsung di Fakultas Hukum UB, Riyad diuji oleh Prof. Dr. Rachmad Safa’at yang juga bertindak sebagai promotor, serta para penguji lainnya yakni Prof. Dr. Sudarsono, Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, Dr. Istislam, Prof. Dr. Imam Koeswahyono, dan Prof. Dr. Ni Ketut Supasti Dharmawan dari Universitas Udayana.

Ketua Dewan Penguji, Rachmad Safa’at, menilai isu yang diangkat dalam penelitian ini sangat strategis dan berdampak luas secara nasional. “Indonesia telah diakui sebagai salah satu negara dengan keindahan alam terbaik di dunia, tapi masyarakat adat di kawasan wisata justru banyak yang tersingkir. Seharusnya, mereka mendapatkan manfaat ekonomi, bukan malah terpinggirkan,” ujarnya.

Riyad dalam pemaparannya menjelaskan bahwa tata kelola ekowisata di Bunaken saat ini masih terfokus pada konservasi, sehingga mengabaikan hak-hak masyarakat adat seperti suku Sangir, Borgo, dan Bajo. “Ada ego sektoral antara kementerian yang membuat tata kelola tidak inklusif. Kementerian Lingkungan Hidup lebih dominan dalam mengelola Bunaken, sementara pemerintah daerah dan masyarakat adat kurang mendapat peran,” kata Riyad.

Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan dalam pengelolaan taman nasional di Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

25 July 2026 - 21:38 WIB

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

25 July 2026 - 18:55 WIB

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

25 July 2026 - 15:49 WIB

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

18 July 2026 - 19:49 WIB

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL
Trending on Berita