Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Headline

Sidang Isbat Awal Ramadan 1446 H Digelar 28 Februari 2025

badge-check


					Ilustrasi. (Shutterstock) Perbesar

Ilustrasi. (Shutterstock)

VOJ – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1446 Hijriah pada 28 Februari 2025. Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan memimpin sidang yang berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta Pusat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa sidang akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ahli falak, serta perwakilan DPR dan Mahkamah Agung.

“Sidang isbat terdiri dari tiga tahap. Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia. Terakhir, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada publik,” jelas Abu Rokhmad, Senin (10/2/25).

Ia juga mengimbau masyarakat menunggu hasil sidang isbat sesuai dengan fatwa MUI No. 2 Tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. “Harapan kami, umat Islam di Indonesia bisa memulai Ramadan secara bersamaan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa berdasarkan hisab, ijtimak awal Ramadan 1446 H terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, pukul 07.44 WIB. Pada hari yang sama, ketinggian hilal di Indonesia berkisar antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

“Secara astronomi, ada indikasi hilal bisa terlihat. Namun, kepastiannya akan ditentukan melalui sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama,” ujar Arsad.

Kemenag juga akan melakukan pemantauan hilal di berbagai daerah bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag. Hasil hisab dan rukyat nantinya akan dipaparkan dalam sidang isbat sebelum keputusan resmi diumumkan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mahasiswa Desak Pemeriksaan Metropoint, Pengawasan Perizinan Properti di Kota Malang Jadi Sorotan

8 June 2026 - 11:32 WIB

Mahasiswa Desak Pemeriksaan Metropoint, Pengawasan Perizinan Properti di Kota Malang Jadi Sorotan

Dari Ruang Kantor ke Ruang Hijau, BRI Malang Soekarno Hatta Tanam Investasi Lingkungan untuk Masa Depa

6 June 2026 - 08:10 WIB

Dari Ruang Kantor ke Ruang Hijau, BRI Malang Soekarno Hatta Tanam Investasi Lingkungan untuk Masa Depa

Dari Konten Misteri hingga Sejarah Malang, Misteri Malang Bangun Komunitas Penonton Lewat Gaya Khas “Ojok Kemendel Timbang Di Buntel”

3 June 2026 - 20:29 WIB

Dari Konten Misteri hingga Sejarah Malang, Misteri Malang Bangun Komunitas Penonton Lewat Gaya Khas “Ojok Kemendel Timbang Di Buntel”

Indonesia Jadi Sorotan dalam Diskusi Reformasi Hukum Pidana Asia, PERSADA UB Luncurkan Jurnal Internasional

3 June 2026 - 16:53 WIB

Indonesia Jadi Sorotan dalam Diskusi Reformasi Hukum Pidana Asia, PERSADA UB Luncurkan Jurnal Internasional

Rupiah Melemah, Investasi Emas Digital di BRImo Semakin Dilirik Masyarakat

1 June 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Melemah, Investasi Emas Digital di BRImo Semakin Dilirik Masyarakat
Trending on Berita