VOICEOFJATIM – Pemberdayaan ekonomi berbasis zakat kembali menunjukkan hasil konkret di Kabupaten Malang. Sepuluh buruh tani di Desa Kalirejo, Kecamatan Poncokusumo, berhasil meningkatkan kapasitas usaha melalui budidaya melon yang didampingi Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN SBO Malang.
Program bertajuk Mustahik Income Generating (MIG) Amanah Melon Berkah tersebut menjadi salah satu model pengelolaan zakat produktif yang bersumber dari zakat karyawan BRI. Selama satu tahun, para peserta tidak hanya menerima bantuan modal, tetapi juga pendampingan intensif dalam mengelola usaha pertanian secara berkelompok.

Hasil pendampingan itu terlihat saat kegiatan Exit Program yang digelar pada Rabu (22/7). Dalam tiga siklus panen, kelompok mampu menghasilkan lebih dari 5,2 ton melon dengan omzet kotor hampir Rp93 juta.
YBM BRILiaN sebelumnya menyalurkan bantuan produktif senilai lebih dari Rp76,3 juta. Dana tersebut digunakan untuk penyewaan lahan selama lima tahun, pembangunan greenhouse, penyediaan berbagai fasilitas budidaya, serta pendampingan usaha hingga kelompok mampu menjalankan aktivitas produksi secara mandiri.
Tidak hanya meningkatkan pendapatan, program tersebut juga memperkuat tata kelola kelompok. Para anggota berhasil membentuk tabungan bersama senilai Rp9 juta dan menghimpun infak kelompok sebesar Rp3 juta. Hal ini menunjukkan bahwa zakat produktif mampu membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat budaya saling berbagi di tingkat masyarakat.
Ketua YBM BRILiaN SBO Malang, Mayang Diantami, menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus mampu menciptakan manfaat jangka panjang bagi penerima manfaat.
“Program Mustahik Income Generating Amanah Melon Berkah merupakan wujud komitmen YBM BRILiaN dalam mengelola dana zakat secara produktif agar memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kami berharap para penerima manfaat dapat terus mengembangkan usahanya secara mandiri, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Heri Setiyawan, salah satu anggota kelompok, mengaku pengalaman mengikuti program tersebut menjadi titik awal untuk membangun usaha secara mandiri.
“Alhamdulillah, melalui pendampingan YBM BRILiaN saya mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam budidaya melon. Saat ini saya sudah mulai membangun greenhouse melon secara mandiri sebagai langkah untuk mengembangkan usaha. Terima kasih kepada BRI dan YBM BRILiaN atas bantuan serta pendampingan yang telah diberikan,” ujarnya.
Kegiatan Exit Program dihadiri Kepala Desa Kalirejo Sukadi, tokoh agama M. Kholiq, Ketua YBM BRILiaN SBO Malang Mayang Diantami, serta seluruh anggota Kelompok MIG Amanah Melon Berkah.
Melalui semangat “Memberi Makna Indonesia”, YBM BRILiaN menargetkan semakin banyak mustahik yang mampu mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, hingga bertransformasi menjadi muzaki sehingga manfaat zakat dapat terus berkembang secara berkelanjutan.













