Wejangan Senior Golkar Kota Malang Pada Pengurus Baru: Saatnya Menyatukan Barisan Usai Gejolak Musda

VOICEOFJATIM – Dinamika yang sempat memanas dalam proses musyawarah daerah tidak dipungkiri meninggalkan jejak di internal Partai Golkar Kota Malang. Namun para kader senior menilai fase tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang wajar. Kini, pesan utama yang disampaikan kepada kepengurusan baru adalah satu hal penting yaitu menyatukan kembali barisan dan mengembalikan fokus perjuangan partai untuk kepentingan masyarakat.

Salah satu senior Partai Golkar Kota Malang, Yudo Nugroho , menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan sesuatu yang lazim dalam organisasi politik. Menurutnya, pro dan kontra yang muncul dalam proses pemilihan kepemimpinan seharusnya tidak menjadi penghalang untuk kembali bekerja bersama.

IMG-20260309-WA0013 Wejangan Senior Golkar Kota Malang Pada Pengurus Baru: Saatnya Menyatukan Barisan Usai Gejolak Musda

“Secara organisasi, di mana pun musyawarah pasti muncul pro dan kontra.Tetapi kami percaya Golkar memiliki kultur kekeluargaan yang kuat,” ujar Yudo.

Ia meyakini berbagai perbedaan sikap yang sempat muncul selama proses musyawarah daerah akan mereda seiring berjalannya waktu. Rasa kebersamaan yang selama ini menjadi identitas partai berlambang pohon beringin itu dinilai cukup kuat untuk meredakan ketegangan yang sempat terjadi.

Menurut Yudo, seluruh kader pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kepentingan masyarakat dan bangsa. Karena itu ia berharap Kepengurusan Baru mampu mengembalikan fokus partai pada agenda pengabdian kepada rakyat.

“Perbedaan pendapat yang terjadi kemarin insya Allah akan segera cair. Semua akan kembali pada relnya, bahwa kita ini berjuang untuk kepentingan rakyat dan kepentingan bangsa,” katanya.

IMG-20260309-WA0012 Wejangan Senior Golkar Kota Malang Pada Pengurus Baru: Saatnya Menyatukan Barisan Usai Gejolak Musda

Senada dengan itu, kader senior lainnya, Kris , juga menyampaikan harapan agar momentum pergantian kepengurusan menjadi titik kebangkitan Golkar di Kota Malang. Ia tidak menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir partai tersebut sempat menghadapi berbagai tekanan politik yang mempengaruhi soliditas internal.

Kondisi itu, kata dia, harus dijadikan refleksi untuk memperkuat kembali konsolidasi organisasi.

“Kita sempat kena pukulan beberapa waktu lalu. Karena itu sekarang waktunya kita kompak lagi dan bersatu untuk memperbesar Golkar di Kota Malang,” ujar Kris.

Ia juga menaruh harapan besar pada komposisi kepengurusan baru yang banyak diisi oleh kader muda. Kehadiran generasi baru di tubuh partai dinilai dapat membawa energi segar sekaligus memperluas basis dukungan politik Golkar di tingkat lokal.

Menurut Kris, kombinasi pengalaman kader senior dan semangat kader muda dapat menjadi modal penting bagi kebangkitan Golkar di Kota Malang. Namun syarat utamanya adalah menjaga soliditas internal dan menghindari konflik yang berlarut-larut.

“Golkar ke depan harus lebih besar lagi. Dengan kepengurusan baru yang melibatkan banyak kader muda, ini momentum untuk membangun kekuatan yang lebih solid,” ujarnya.

Pesan para senior tersebut menjadi pengingat bahwa pasca musyawarah daerah, perhatian utama partai bukan lagi pada kompetisi internal, melainkan pada kerja politik yang nyata di tengah masyarakat. Konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta membangun kembali kepercayaan publik menjadi agenda yang dinilai krusial bagi perjalanan Golkar Kota Malang ke depan.

 

Leave feedback about this

  • Rating