Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Daerah

Perjalanan Chef Nugroho Susanto Dari Pencuci Piring Hingga Pimpin Dapur MBG Ribuan Siswa Surabaya

badge-check


					Nugroho Susanto, Kepala Chef Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Babat Jerawat Pakal, memimpin dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani 2.933 penerima manfaat di Surabaya Perbesar

Nugroho Susanto, Kepala Chef Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Babat Jerawat Pakal, memimpin dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani 2.933 penerima manfaat di Surabaya

SURABAYA, VOICEOFJATIM– Nugroho Susanto, Kepala Chef Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Babat Jerawat Pakal, memimpin dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani 2.933 penerima manfaat di Surabaya. Chef yang akrab disapa Pak Hok ini menapaki perjalanan panjang selama 35 tahun di dunia kuliner, dari pekerjaan paling dasar hingga dipercaya mengelola dapur layanan gizi anak sekolah.

Kisah tersebut disampaikan Nugroho saat ditemui di dapur SPPG Babat Jerawat Pakal, Surabaya, Selasa (3/2/2026). Ia menjelaskan bahwa pengalaman panjang di industri makanan menjadi fondasi utama dalam penerapan standar ketat pengolahan menu MBG.

Program MBG merupakan kebijakan nasional di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional, yang dijalankan melalui SPPG sebagai unit layanan pemenuhan gizi bagi peserta didik.
Nugroho Susanto lahir di Tuban pada September 1971 dan memulai karier kulinernya sejak masa kuliah. Ia menapaki profesi dari pencuci piring, penyiap bahan, hingga juru masak, sebelum akhirnya memahami dapur secara menyeluruh, mulai dari manajemen bahan baku, pengendalian kualitas, hingga kerja tim dalam skala besar.

Sejak 2007, Nugroho bergabung dengan Jenggolo Restaurant Manyar Surabaya sebagai manajer, menangani operasional dapur dan menu premium. Pengalamannya kemudian meluas ke berbagai restoran tematik, kafe, hingga hotel berbintang di Surabaya, yang menuntut konsistensi rasa, efisiensi produksi, serta standar kebersihan tinggi.

Pengalaman profesional tersebut kini diterapkan di dapur SPPG Babat Jerawat Pakal. Nugroho memastikan setiap bahan pangan diperiksa secara ketat, mulai dari warna, tekstur, kuantitas, hingga sistem penyimpanan cold storage dengan prinsip first in first out (FIFO).

“Kita hitung muat penyimpanan, pastikan kualitas prima. Menu baru? Saya cicipi dulu untuk keseimbangan rasa, warna, nutrisi, lalu dites oleh ahli gizi dan tim pengolahan hingga sesuai standar,” ujarnya.

Di SPPG, Nugroho juga berperan sebagai pemeriksa rasa untuk dapur-dapur di bawah Yayasan Eduria Kreasi Bangsa. Ia bekerja bersama tim inti yang terdiri dari Kepala SPPG Ayundha Atbelmay Ade Kutari sebagai koordinator operasional, Ahli Gizi Ryka Novitasari yang mengawal standar nutrisi, serta Asisten Lapangan Rizky Aziz yang menangani logistik dan distribusi ke sekolah penerima manfaat.

Menu MBG disusun mengikuti pedoman gizi nasional dengan komposisi seimbang, mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah. Variasi menu disesuaikan dengan selera anak sekolah agar mudah diterima, tanpa mengabaikan target kebutuhan energi harian.

Secara nasional, pelaksanaan SPPG juga didukung ribuan chef profesional yang dilibatkan pemerintah bersama Indonesian Chef Association untuk melatih juru masak SPPG agar memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan.

Bagi Nugroho, memimpin dapur SPPG bukan sekadar soal skala produksi, melainkan tanggung jawab sosial. “Sejak kuliah sudah terjun di dapur, sekarang tugasnya memastikan anak-anak Surabaya mendapat makanan bergizi yang aman dan layak,” ujarnya. Ia berharap dapur SPPG Babat Jerawat Pakal dapat menjadi contoh pengelolaan layanan gizi sekolah yang profesional dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

23 June 2026 - 17:33 WIB

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

Dugaan Pungli Rp250 Ribu per Bulan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan Disorot PuSDeK, Siswa Disebut Terancam Tak Ikut Ujian

17 June 2026 - 18:01 WIB

Direktur PuSDeK, Asep Suriaman, menyoroti dugaan pungli berkedok sumbangan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan dan mendorong sekolah membuka transparansi melalui komite.

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

11 June 2026 - 15:43 WIB

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

28 May 2026 - 14:00 WIB

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang

26 May 2026 - 19:21 WIB

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang
Trending on Berita