Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

Didepak Perusahaan Finance Tanpa Pesangon, Pengawal Pengawal Pribadi Cristian Gonzales dan Agnes Monica Mengadu ke Disnaker

badge-check


					Firdaus Akbar saat mendatangi Disnaker Kota Malang untuk mengadukan permasalahan ketenagakerjaan yang tengah ia alami Perbesar

Firdaus Akbar saat mendatangi Disnaker Kota Malang untuk mengadukan permasalahan ketenagakerjaan yang tengah ia alami

MALANG, VOIVEOFJATIM.COM – Firdaus Akbar, sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pengawal pribadi pesepakbola nasional Cristian Gonzales dan penyanyi papan atas Agnes Monica, kini tengah berjuang menuntut haknya sebagai pekerja. Pada Jumat siang (11/7/2025), pria yang akrab disapa Idos ini datang ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang, membawa segumpal keresahan dan lembaran pengaduan terkait pemutusan hubungan kerja yang ia sebut dilakukan secara sepihak dan tidak manusiawi.

Sebelumnya, Idos juga sempat mendatangi kantor PT Mandala Finance Tbk Cabang Malang di Jalan Dr. Cipto untuk meminta kejelasan secara langsung. Namun, harapannya pupus. Saat ia datang, pimpinan perusahaan disebut tidak berada di tempat dengan alasan sakit. Tak satu pun staf yang bisa memberikan penjelasan mengenai nasibnya.

Setelah mengabdi lebih dari 15 tahun di perusahaan tersebut, Idos mengaku dipecat secara tiba-tiba, tanpa surat peringatan, tanpa prosedur resmi, dan yang paling menyakitkan, tanpa diberikan pesangon yang layak.

“Saya bukan orang baru. Selama lebih dari satu dekade saya bekerja penuh loyalitas di sana. Tapi sekarang saya malah ditendang begitu saja, tanpa dihargai sedikit pun. Ini bukan hanya tidak adil, tapi sangat menyakitkan,” ujar Idos saat ditemui usai melapor ke Disnaker.

Idos mengungkapkan bahwa selama bekerja, ia dikenal sebagai sosok disiplin dan pekerja keras. Bahkan ketika ditugaskan di wilayah dengan tingkat penagihan rendah, ia tetap mampu menunjukkan hasil. Atas capaian tersebut, ia pernah menerima penghargaan berupa emas dari perusahaan.

“Saya bukan pekerja sembarangan. Target penagihan saya selalu tercapai, kerja saya serius. Tapi tiba-tiba diberhentikan, tanpa alasan yang masuk akal, tanpa peringatan,” ucapnya kecewa.

Selama ini, kata Idos, ia juga menjalin komunikasi terbuka dengan atasan, termasuk soal absensi dan pekerjaan sampingan yang dijalankannya. Bahkan, pihak manajemen sempat memberikan tambahan gaji sebesar satu juta rupiah sebagai bentuk apresiasi.

“Waktu saya bilang punya side job, nggak pernah dipermasalahkan. Malah gaji saya ditambah. Tapi sekarang, absensi dijadikan alasan pemecatan. Saya bingung, padahal kinerja saya tetap jalan dan ada hasil.” katanya.

Tak hanya diberhentikan secara sepihak, Idos juga menceritakan bahwa dirinya sempat ditawari uang kompensasi sebesar Rp127 juta oleh salah satu petinggi perusahaan, dengan syarat ia harus mengundurkan diri secara sukarela. Tawaran tersebut ia tolak karena merasa itu adalah bentuk tekanan, bukan penyelesaian yang adil.

Bahkan, dalam pertemuan lain yang berlangsung di sebuah warung sop ayam di kawasan Jalan Tumenggung Suryo, ia kembali ditawari Rp50 juta sebagai jalan damai. Tawaran ini pun ditolaknya mentah-mentah.

Karena merasa terus dipermainkan, Idos akhirnya memilih jalur resmi. Ia mendatangi kantor Disnaker Kota Malang untuk meminta perlindungan hukum dan akan membuat laporan pengaduan tertulis. Ia berharap mediasi yang disarankan pihak Disnaker bisa membuka jalan penyelesaian yang lebih adil.

“Saya akan buat pengaduan tertulis. Saya nggak cari keributan, tapi saya juga nggak akan diam ketika hak saya tak diberikan. Saya ingin penyelesaian yang benar,” tegasnya.

Sementara itu, pimpinan PT Mandala Finance Tbk Cabang Malang yang hendak ditemui untuk dimintai klarifikasi terkait permasalahan Firdaus, tidak berada di tempat. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang disampaikan oleh pihak perusahaan.

 

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Djoko Prihatin Raih Penghargaan Tokoh Muda Penggerak Demokrasi

10 September 2026 - 15:58 WIB

Djoko Prihatin Raih Penghargaan Tokoh Muda Penggerak Demokrasi

BRI Kediri Dorong UMKM Naik Kelas, Salurkan KUR Rp1,050 Triliun kepada Lebih dari 22 Ribu Nasabah

9 September 2026 - 19:15 WIB

BRI Kediri Dorong UMKM Naik Kelas, Salurkan KUR Rp1,050 Triliun kepada Lebih dari 22 Ribu Nasabah

Anak di Bawah Umur Ditemukan Saat Razia Bella Vista Karaoke Kota Batu, Pengawasan Dipertanyakan

4 September 2026 - 22:36 WIB

Anak di Bawah Umur Ditemukan Saat Razia Bella Vista Karaoke Kota Batu, Pengawasan Dipertanyakan

Satu Dekade Bersama BRI, Dwi Astuti Kembangkan Usaha dan Layani Masyarakat Lewat BRILink Agen di Kediri

4 September 2026 - 16:42 WIB

Satu Dekade Bersama BRI, Dwi Astuti Kembangkan Usaha dan Layani Masyarakat Lewat BRILink Agen di Kediri

Satu Dasawarsa Istiqamah, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jaga Keseimbangan Bekerja dan Beribadah

3 September 2026 - 23:15 WIB

Satu Dasawarsa Istiqamah, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jaga Keseimbangan Bekerja dan Beribadah
Trending on Berita