Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Ekonomi

Deflasi Kota Malang Berlanjut, Diskon Tarif Listrik Jadi Faktor Utama

badge-check

Deflasi Kota Malang Berlanjut, Diskon Tarif Listrik Jadi Faktor Utama Perbesar

VOJ – Tekanan inflasi di Kota Malang pada Januari 2025 masih terkendali, berkat sinergi solid Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga. Sejumlah langkah dilakukan untuk mengontrol inflasi, seperti sidak pasar untuk memantau harga dan stok bahan pokok menjelang Ramadan pada 26-28 Februari 2025, operasi pasar murah di Kantor Pos Malang pada 24-28 Februari 2025, serta pemantauan ketersediaan LPG 3 kg dan bahan pangan sepanjang bulan Februari. Selain itu, TPID juga rutin berkoordinasi dengan Kemendagri dalam rapat mingguan pengendalian inflasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Februari 2025 mengalami deflasi sebesar 0,69% (mtm), lebih dalam dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 0,60% (mtm). Secara tahunan, Kota Malang mencatat deflasi sebesar 0,22% (yoy).

Deflasi bulan Februari terutama dipicu oleh penurunan harga di kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya dengan kontribusi -0,70% (mtm). Faktor utama yang mendorong deflasi ini adalah turunnya tarif listrik, seiring dengan masih berlakunya diskon 50% bagi pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya 450 VA hingga 2.200 VA sejak Januari 2025. Selain itu, harga bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan kacang panjang juga turun akibat pasokan melimpah dari panen hortikultura sejak akhir Januari.

Namun, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga beberapa komoditas seperti emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, bensin, beras, dan wortel. Kenaikan LPG 3 kg mengacu pada SK Gubernur Jawa Timur 2025, sementara harga BBM non-subsidi juga naik sejak 1 Januari 2025. Harga beras mengalami lonjakan karena pasokan beras SPHP di pasar mulai berkurang.

Untuk menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5 ± 1% (yoy), sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan Bank Indonesia akan diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta program 4K, yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HIPMI Jaktim dan HIPMI Kota Malang Buka Akses Bisnis dari China hingga Pasar Jakarta

26 August 2026 - 12:55 WIB

HIPMI Jaktim dan HIPMI Kota Malang Buka Akses Bisnis dari China hingga Pasar Jakarta

Gubernur Jatim Bebaskan Tunggakan Pajak Motor Ojol Selama Agustus 2026

6 August 2026 - 18:22 WIB

Gubernur Jatim Bebaskan Tunggakan Pajak Motor Ojol Selama Agustus 2026

Tak Perlu Menunggu Jadi Sultan, Ini Waktu yang Tepat untuk Mulai Buka Deposito

27 July 2026 - 14:45 WIB

Tak Perlu Menunggu Jadi Sultan, Ini Waktu yang Tepat untuk Mulai Buka Deposito

Stadion Gajayana Disiapkan Jadi Panggung Festival Malang Mbois XI, Targetkan Transaksi Rp50 Miliar

22 July 2026 - 18:07 WIB

Stadion Gajayana Disiapkan Jadi Panggung Festival Malang Mbois XI, Targetkan Transaksi Rp50 Miliar

Rupiah Melemah, Investasi Emas Digital di BRImo Semakin Dilirik Masyarakat

1 June 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Melemah, Investasi Emas Digital di BRImo Semakin Dilirik Masyarakat
Trending on Berita