Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Ekonomi

Kelangkaan Gas LPG 3 Kg, Pemerintah Berharap Pengecer Mendaftar Sebagai Agen Resmi

badge-check


					Ilustrasi LPG 3kg. (Antara) Perbesar

Ilustrasi LPG 3kg. (Antara)

VOJ – Mulai 1 Februari 2025, pemerintah memberlakukan kebijakan penjualan gas LPG 3 kilogram (kg) hanya melalui pangkalan resmi Pertamina, dengan tujuan memastikan distribusi yang tepat sasaran dan mencegah kebocoran subsidi. Namun, implementasi kebijakan ini menimbulkan dampak signifikan di masyarakat, seperti antrean panjang di pangkalan resmi dan kesulitan akses bagi sebagian warga.

Menanggapi situasi ini, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa pemerintah memahami kekhawatiran masyarakat terkait aksesibilitas LPG 3 kg. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memastikan subsidi LPG 3 kg benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak dan mencegah penyalahgunaan distribusi. “Kementerian ESDM justru mendorong para pengecer ini mendaftar menjadi agen resmi,” ujar Hasan. “Sehingga posisi mereka bisa diformalkan, dan pendistribusian elpiji 3 kg bisa ditracking agar tepat sasaran.”

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi guna mendapatkan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. “Bagi masyarakat, pembelian di Pangkalan resmi LPG 3 kg tentu lebih murah harganya dibandingkan pengecer karena harga yang dijual sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing wilayah,” kata Heppy.

Heppy juga menegaskan bahwa informasi mengenai penggantian LPG 3 kg bersubsidi dengan Bright Gas 3 kg nonsubsidi adalah tidak benar. “Saat ini, produk Bright Gas hanya tersedia dalam kemasan 5,5 kg dan 12 kg,” jelasnya.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap distribusi LPG 3 kg bersubsidi dapat lebih tepat sasaran dan mengurangi potensi penyalahgunaan subsidi. Namun, diperlukan evaluasi dan penyesuaian lebih lanjut untuk memastikan implementasinya tidak memberatkan masyarakat, terutama dalam hal aksesibilitas dan ketersediaan LPG 3 kg.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rupiah Melemah, Investasi Emas Digital di BRImo Semakin Dilirik Masyarakat

1 June 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Melemah, Investasi Emas Digital di BRImo Semakin Dilirik Masyarakat

UMM Gandeng BRI untuk Perkuat Sistem Keuangan Digital Ribuan Pegawai

1 June 2026 - 15:30 WIB

UMM Gandeng BRI untuk Perkuat Sistem Keuangan Digital Ribuan Pegawai

Investasi Emas Digital Jadi Pilihan Saat Rupiah Tertekan, Fitur BRImo Kian Banyak Digunakan

1 June 2026 - 15:26 WIB

Investasi Emas Digital Jadi Pilihan Saat Rupiah Tertekan, Fitur BRImo Kian Banyak Digunakan

Emas Digital Kian Diminati, Masyarakat Cari Instrumen Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

30 May 2026 - 18:48 WIB

Emas Digital Kian Diminati, Masyarakat Cari Instrumen Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Investasi Emas Digital di BRImo Makin Dilirik, Warga Pilih Lindungi Nilai Aset

30 May 2026 - 18:31 WIB

Investasi Emas Digital di BRImo Makin Dilirik, Warga Pilih Lindungi Nilai Aset
Trending on Berita