Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Ototech

Universitas Brawijaya Kembangkan Teknologi Canggih untuk Pemantauan Perubahan Iklim

badge-check


					Universitas Brawijaya Kembangkan Teknologi Canggih untuk Pemantauan Perubahan Iklim Perbesar

VOJ – Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerja sama strategis dengan lembaga internasional untuk mengembangkan sistem Magnetic Data Acquisition System (Magdas). Teknologi canggih ini bertujuan memantau perubahan iklim global dan mitigasi bencana alam.

Kolaborasi ini melibatkan International Research Center for Space dan Planetary Environmental Science (i-SPES) dari Kyushu University, Jepang, National Research Institute of Astronomy & Geophysics (NRIAG), Mesir, serta universitas di Malaysia. Kerja sama ini memperkuat posisi UB sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknologi mutakhir.

Prof. Sukir Maryanto, pakar mitigasi bencana UB, menjelaskan bahwa stasiun Magdas di Cangar, Kota Batu, akan fokus pada mitigasi gempa tektonik dan vulkanik. “Pengembangan Magdas terintegrasi dengan jaringan global, memperkuat penelitian dan kolaborasi internasional,” ujarnya.

Proyek ini dimulai Maret 2024 dan melibatkan tim dari Kyushu University dan Mesir. Rencananya, sensor magnetometer induksi dari Nagoya City University, Jepang, akan dipasang Maret 2025. Dua alat baru telah terpasang di Stasiun Cangar: Magnetometer Fluxgate 3D dan sensor seismik.

Data yang diperoleh akan dipelajari secara intensif untuk mengembangkan ilmu yang menghubungkan fenomena di Bumi dan angkasa. “Kami berharap Magdas dapat membantu memprediksi dan mitigasi bencana alam, sehingga meningkatkan keselamatan masyarakat,” tambah Prof. Sukir.

Kerja sama ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa UB untuk mengembangkan kemampuan penelitian dan kolaborasi internasional. Saat ini, mahasiswa S2 dari BRIN telah terlibat dalam proyek ini.

Dengan pengembangan Magdas, UB menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan teknologi untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bukan Sekadar Facelift, Hyundai New CRETA Tawarkan Tiga Pilihan Karakter dalam Satu Lini

25 June 2026 - 18:07 WIB

Bukan Sekadar Facelift, Hyundai New CRETA Tawarkan Tiga Pilihan Karakter dalam Satu Lini

PT Adi Tjandra Teknologi Kupas Tantangan Baru Bisnis di Tengah Ledakan Teknologi AI

15 June 2026 - 07:49 WIB

PT Adi Tjandra Teknologi Kupas Tantangan Baru Bisnis di Tengah Ledakan Teknologi AI

Ketika YouTube Tumbang, X Berubah Jadi “Ruang Redaksi Darurat” Internet Global

19 December 2025 - 21:57 WIB

Ketika YouTube Tumbang, X Berubah Jadi “Ruang Redaksi Darurat” Internet Global

Indosat Tambah Ribuan BTS 4G di Jatim, Akses Makin Luas, Lapangan Kerja Bertambah

16 June 2025 - 12:11 WIB

Indosat Tambah Ribuan BTS 4G di Jatim, Akses Makin Luas, Lapangan Kerja Bertambah

Alibaba Luncurkan QwQ-32B, Tantang OpenAI dan DeepSeek di Persaingan AI

8 March 2025 - 06:54 WIB

Alibaba Luncurkan QwQ-32B, Tantang OpenAI dan DeepSeek di Persaingan AI
Trending on Headline