VOICEOFJATIM– Deposito masih sering dianggap sebagai produk keuangan yang hanya cocok bagi orang orang dengan tabungan ratusan juta rupiah. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Bagi sebagian anak muda dan generasi Z, deposito kerap dipandang sebagai pilihan investasi bagi mereka yang sudah mapan secara finansial. Tak sedikit yang memilih menunggu hingga memiliki tabungan besar sebelum mulai mempertimbangkan deposito.

Padahal, waktu yang tepat untuk membuka deposito tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar saldo rekening. Hal yang lebih penting adalah kesiapan seseorang dalam merencanakan kebutuhan finansial di masa depan.
Jika memiliki dana yang tidak akan digunakan dalam jangka waktu tertentu, deposito dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga uang tetap tersimpan dan tidak mudah terpakai untuk kebutuhan konsumtif.
Terlebih, generasi muda saat ini menghadapi tantangan pengelolaan keuangan yang semakin besar. Godaan belanja hadir hampir setiap saat melalui layar ponsel.
Saat berselancar di media sosial, seseorang bisa dengan mudah tergoda membeli skincare, pakaian, makanan hingga berbagai barang yang sebenarnya tidak masuk dalam rencana pengeluaran.
Kebiasaan membelanjakan uang secara impulsif, terutama sebagai bentuk pelarian dari stres atau tekanan sehari hari, juga dikenal dengan istilah doom spending. Jika tidak dikendalikan, kebiasaan tersebut bisa membuat saldo tabungan perlahan terkuras tanpa disadari.
Menempatkan seluruh uang di satu rekening yang mudah diakses juga dapat meningkatkan risiko pengeluaran impulsif. Di sinilah deposito dapat berfungsi sebagai salah satu bentuk pengendalian keuangan.
Dengan menyimpan sebagian dana untuk kebutuhan jangka menengah ke dalam deposito, seseorang memiliki batas tambahan sebelum menggunakan uang tersebut. Dana yang telah dialokasikan untuk tujuan tertentu pun tidak mudah digunakan hanya karena tergoda untuk berbelanja.
Namun, sebelum membuka deposito, ada satu hal penting yang perlu dilakukan. Pastikan terlebih dahulu tujuan keuangan yang ingin dicapai.
Misalnya, dana tersebut disiapkan untuk uang muka rumah, biaya pendidikan, modal usaha, pembelian kendaraan, atau kebutuhan lain yang baru akan digunakan dalam beberapa bulan hingga beberapa tahun mendatang.
Selama dana tersebut memang belum akan digunakan dalam jangka waktu tertentu dan memiliki tujuan yang jelas, menyimpannya dalam deposito dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga konsistensi rencana keuangan.
Meski demikian, dana darurat sebaiknya tidak ditempatkan dalam deposito. Dana darurat harus tetap mudah diakses ketika seseorang menghadapi kebutuhan yang tidak terduga.
Kebutuhan seperti biaya pengobatan, kendaraan yang rusak, kehilangan pekerjaan, atau kondisi darurat lainnya membutuhkan dana yang bisa digunakan dengan cepat.
Mencairkan deposito sebelum jatuh tempo juga dapat menimbulkan konsekuensi sesuai ketentuan produk yang dipilih. Untuk itu, penting untuk memastikan kebutuhan dana darurat sudah aman dan tersedia secara fleksibel sebelum mengalokasikan dana lain ke deposito.
Selain tujuan keuangan, jangka waktu penggunaan dana juga perlu menjadi pertimbangan. Setiap orang memiliki target dan kebutuhan dengan tenggat waktu yang berbeda.
Dana yang akan digunakan dalam beberapa bulan tentu membutuhkan strategi yang berbeda dengan dana yang baru akan digunakan satu atau dua tahun mendatang.
Dengan memahami kapan dana tersebut akan digunakan, seseorang dapat menentukan pilihan penyimpanan yang sesuai dengan rencana keuangannya.
Memisahkan dana berdasarkan tujuan juga dapat membantu seseorang lebih disiplin. Dana untuk uang muka rumah, misalnya, tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari atau hiburan.
Dengan begitu, setiap kebutuhan memiliki tempatnya masing-masing. Pengelolaan keuangan pun menjadi lebih terarah.
Untuk membantu mengumpulkan dana secara bertahap, masyarakat dapat memanfaatkan layanan perbankan digital seperti blu by BCA Digital.
Melalui fitur bluSaving, pengguna dapat mengumpulkan tabungan sesuai target yang telah ditentukan. Ketika dana tersebut sudah terkumpul dan belum akan digunakan dalam waktu dekat, dana dapat dialokasikan ke bluDeposit sesuai dengan rencana keuangan.
Kombinasi antara menabung secara bertahap dan menyimpan dana untuk kebutuhan jangka menengah dapat membantu masyarakat mengelola keuangan dengan lebih disiplin.
Dengan demikian, membuka deposito tidak harus menunggu seseorang menjadi “sultan”. Yang lebih penting adalah memahami tujuan keuangan, memastikan dana darurat tetap aman, dan menempatkan dana sesuai kebutuhan serta jangka waktu penggunaannya.














