VOICEOFJATIM – STIE Malangkucecwara terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar bersama ibu-ibu PKK Desa Argosari, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung dalam bentuk pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi warga sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan desa.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Malangkucecwara, Dra. Lailatus Saadah, M.Si., menjelaskan bahwa materi yang diberikan dalam kegiatan kali ini berfokus pada digital marketing dan penguatan branding produk UMKM. Menurutnya, kemampuan pemasaran digital menjadi faktor penting agar produk lokal mampu bersaing dan dikenal lebih luas oleh konsumen.


“Saya melihat antusiasme ibu-ibu sangat luar biasa. Dari peserta yang hadir, banyak yang sebenarnya sudah melakukan penjualan secara online dari rumah masing-masing. Walaupun berstatus ibu rumah tangga, mereka tetap produktif. Yang menjadi perhatian kami adalah sebagian produk unggulan di sini masih belum memiliki merek dan kemasan yang memadai. Semoga materi yang kami sampaikan bisa dipraktikkan sehingga produk Argosari dapat dipasarkan lebih luas dengan kemasan yang lebih menarik dan memiliki identitas yang kuat,” ujar Lailatus Saadah.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pentingnya penerapan Call to Action (CTA) dalam pemasaran digital. Lailatus menjelaskan bahwa setiap produk perlu memberikan ajakan yang jelas kepada calon konsumen untuk melakukan pembelian atau menghubungi penjual.
“Di dalam kemasan atau label produk harus tercantum nomor telepon, akun media sosial, atau informasi marketplace yang digunakan. Misalnya tersedia di GoFood, ShopeeFood, dan platform lainnya. Itu merupakan bagian dari Call to Action yang sangat penting dalam digital marketing,” katanya.
Selain pelatihan pemasaran digital, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan Es Teler Sultan sebagai salah satu alternatif usaha yang dapat dikembangkan oleh kelompok PKK. Menurut Lailatus, pemilihan tema pelatihan dilakukan berdasarkan kebutuhan yang muncul dari masyarakat desa.
“Selama ini program pengabdian yang dilakukan STIE Malangkucecwara bersifat bottom up. Jadi kebutuhan yang ada di desa itulah yang kami fasilitasi. Harapannya, kolaborasi antara pelatihan kewirausahaan dan digital marketing ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi ibu-ibu untuk terus berkreasi dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga,” tuturnya.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Desa Argosari telah berlangsung cukup lama dan terus berkelanjutan. Kegiatan pengabdian yang saat ini dijalankan merupakan bagian dari hubungan kemitraan yang telah terbangun sejak bertahun-tahun lalu. Evaluasi dan pemantauan terhadap implementasi materi pelatihan juga akan dilakukan untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Pelatihan-pelatihan seperti ini akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan ibu-ibu yang ada di Desa Argosari. Kami berharap kegiatan yang sudah diberikan dapat dilaksanakan dan berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” katanya.
Kepala Desa Argosari, Arifin, menyambut positif keberlanjutan program pengabdian yang dijalankan STIE Malangkucecwara. Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi antara kampus dan desa telah berlangsung sejak sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa.
Menurut Arifin, salah satu program yang masih memberikan dampak hingga saat ini adalah pelatihan pembuatan tepung mocaf yang disertai bantuan peralatan produksi kepada masyarakat.
“Kerja sama dengan STIE Malangkucecwara sudah berlangsung lama. Pada masa saya menjabat, sekitar tahun 2013 pernah ada pelatihan pembuatan tepung mocaf lengkap dengan bantuan mesin untuk ibu-ibu. Alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan. Banyak sekali bentuk kerja sama yang telah dilakukan dan manfaatnya masih dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Desa Argosari, lanjut Arifin, sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, sejumlah kader PKK desa juga telah dilibatkan dalam berbagai kegiatan pelatihan di luar daerah sebagai narasumber maupun peserta.
“Kami sangat terbuka untuk kerja sama seperti ini. Harapan kami ke depan kolaborasi yang sudah terjalin dapat terus berlanjut dan semakin berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Argosari,” katanya.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, STIE Malangkucecwara tidak hanya menghadirkan transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi usaha berbasis potensi lokal. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi fondasi penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan di tengah tantangan perkembangan pasar digital yang semakin kompetitif.













