Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Daerah

Ribuan Lulusan SD di Malang Terancam Tak Tertampung di SMP Negeri, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

badge-check


					Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. (Shelly/VOJ) Perbesar

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. (Shelly/VOJ)

KOTA MALANG, VOICEOFJATIM.COM — Masalah keterbatasan bangku di SMP negeri Kota Malang kembali menyeruak. Ribuan lulusan SD tahun ini terancam tidak kebagian tempat, memicu kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengakui bahwa keterbatasan daya tampung sekolah negeri terjadi lantaran adanya aturan baru dari pemerintah pusat yang kini membatasi kuota penerimaan siswa. Berbeda dari tahun sebelumnya, pemerintah daerah tidak lagi bebas menentukan penambahan jumlah siswa yang diterima.

“Kuotanya sekarang sudah dipatok oleh pusat. Dulu kita masih bisa menambah. Karena ini kebijakan baru, kami nanti akan menyampaikan masukan agar lebih sesuai kondisi di daerah,” ujar Wahyu saat ditemui pada Selasa (8/7/2025).

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mencatat, lulusan SD tahun ini mencapai 14.354 siswa, sedangkan kapasitas bangku SMP hanya 12.352 kursi, yang terbagi menjadi 7.424 kursi di SMP negeri dan 4.928 kursi di SMP swasta. Artinya, sekitar 2.000 siswa berpotensi tidak tertampung di SMP negeri.

Wahyu menjelaskan bahwa membangun sekolah baru memang bisa jadi solusi, tetapi prosesnya tak bisa dilakukan secara cepat. “Menambah sekolah juga harus sesuai aturan. Tidak bisa asal bangun begitu saja. Kami perlu melakukan kajian lebih dulu,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Malang, Amithiya Ratnanggani Sirraduhita, menilai persoalan ini perlu ditangani segera agar tidak semakin meluas. Ia mendorong adanya kerja sama yang lebih erat antara sekolah negeri dan swasta, salah satunya melalui sistem penerimaan siswa bersama.

“Saat saya masih di Komisi D, kami sudah menyarankan adanya penerimaan siswa bersama atau SPMB, supaya sekolah swasta bisa ikut membantu menampung siswa, sekaligus menjaga kualitas pendidikan tetap merata,” tutur Amithiya.

Amithiya menilai, SPMB yang mulai diterapkan tahun ini merupakan langkah awal yang positif. Namun, ia mengingatkan banyak orang tua masih ragu memilih sekolah swasta karena khawatir kualitasnya belum setara dengan sekolah negeri.

“Memang belum bisa serta-merta menjadi pilihan utama masyarakat. Kita harus memastdikan kualitasnya dulu. Tapi saya yakin ini bisa jadi solusi baik ke depan,” sambungnya.

Menurutnya, jika pemerintah ingin mengandalkan sekolah swasta sebagai mitra, maka dukungan anggaran untuk peningkatan fasilitas menjadi hal wajib.

“Konsekuensinya tentu pemerintah kota harus menyiapkan dana untuk membenahi sarana dan prasarana di sekolah swasta supaya kualitasnya bisa seimbang dengan negeri,” tegas politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Selain kerja sama dengan swasta, wacana membangun sekolah baru juga perlu dipertimbangkan secara hati-hati. Amithiya mengingatkan, pendirian SMP negeri tambahan bisa berdampak pada keberlangsungan sekolah yang sudah ada, terutama swasta yang selama ini menjadi penyangga saat kuota negeri tak mencukupi.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Petani Kopi Dusun Wonorejo Malang Didorong “Go Digital”, KKN UM 2026 Ungkap Kunci Genjot Harga Jual Tanpa Tengkulak

29 July 2026 - 01:52 WIB

Tim KKN UM 2026 Kelompok Sekarsa Kopi menggelar Sosialisasi Digitalisasi Kopi bersama narasumber Reza Pahlevi di Dusun Wonorejo, Desa Sukodono, Kec. Dampit, Kab. Malang

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

25 July 2026 - 21:38 WIB

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

25 July 2026 - 18:55 WIB

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

25 July 2026 - 15:49 WIB

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

18 July 2026 - 19:49 WIB

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah
Trending on Berita