Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

STIE Malangkucecwara Dampingi UMKM Balearjosari, Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital

badge-check


					STIE Malangkucecwara Dampingi UMKM Balearjosari, Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital Perbesar

VOICEOFJATIM – Kemampuan mengelola keuangan dan memanfaatkan teknologi digital menjadi tantangan utama yang masih dihadapi banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Padahal, dua aspek tersebut menjadi fondasi penting agar usaha mampu berkembang, menentukan harga secara tepat, serta memperluas jangkauan pasar.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Malangkucecwara Malang memberikan pendampingan kepada 16 pelaku UMKM yang tergabung dalam kelompok usaha produktif Kelurahan Balearjosari, Kota Malang. Program pengabdian masyarakat ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan dan pemasaran digital sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Anggota Tim LPPM STIE Malangkucecwara, Dr. Hanif Mauludin, M.Si., mengatakan peserta pelatihan berasal dari berbagai sektor usaha kreatif, mulai dari kerajinan tangan, makanan, minuman, hingga pengolahan limbah kain menjadi produk bernilai ekonomi.

“Pelatihan ini diikuti 16 pelaku UMKM yang bergerak di berbagai bidang, seperti kerajinan, makanan, minuman, serta pemanfaatan kain bekas menjadi produk kain perca,” ujarnya.

Sebelum menyusun materi pelatihan, tim LPPM terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi para pelaku usaha. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa tantangan terbesar masih berada pada aspek pengelolaan keuangan, pemasaran, dan proses produksi.

Berdasarkan hasil tersebut, tahap awal pendampingan difokuskan pada peningkatan literasi keuangan. Menurut Hanif, masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) secara tepat sehingga berdampak pada penentuan harga jual dan keuntungan usaha.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibimbing menyusun laporan keuangan sederhana, menghitung biaya produksi, hingga memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi agar pengelolaan bisnis menjadi lebih sehat.

“Dari pelatihan ini mereka mulai memahami cara menyusun laporan keuangan, menghitung HPP, hingga memisahkan pembukuan usaha dengan keuangan keluarga,” katanya.

Setelah memperkuat aspek keuangan, pendampingan dilanjutkan dengan pelatihan pemasaran digital. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan media sosial dan platform digital dinilai menuntut pelaku UMKM untuk mampu beradaptasi dengan strategi pemasaran yang lebih modern.

Salah satu materi yang diberikan adalah teknik melakukan siaran langsung atau live streaming melalui platform TikTok sebagai sarana promosi sekaligus penjualan produk.

Menurut Hanif, pelatihan tersebut tidak hanya membahas penggunaan aplikasi, tetapi juga mencakup berbagai aspek pendukung seperti pemilihan perangkat, penataan latar siaran, pencahayaan, hingga teknik berkomunikasi di depan kamera.

“Pelaku UMKM ingin memahami bagaimana melakukan live di TikTok secara efektif. Karena itu kami memberikan materi mulai dari penggunaan perangkat, teknologi pendukung, hingga teknik tampil saat siaran langsung,” jelasnya.

Hanif menegaskan program pendampingan yang dipimpin Ketua Tim LPPM Enggar Nursasi, S.E., Ak., CA., M.M., bersama anggota tim Dr. Wiyarni, Ak., CA., MSPA., CSRA., Dr. Hanif Mauludin, M.Si., dan Benita Rachmania, S.E., M.M., tidak berhenti pada penyampaian materi pelatihan.

Tim akan melanjutkan program melalui evaluasi, pendampingan, serta praktik secara langsung agar peserta mampu menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kegiatan usahanya.

“Tahap pertama kami memberikan pemahaman, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan dan praktik. Target akhirnya pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Hanif menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Namun, menurutnya, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Sebagai kampus bisnis, kami ingin memberikan kontribusi langsung kepada pelaku UMKM. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pembelajaran bagi dosen untuk memahami persoalan nyata di lapangan sehingga solusi yang diberikan semakin relevan,” katanya.

Ke depan, pendampingan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kompetensi pelaku usaha. STIE Malangkucecwara juga akan mengupayakan dukungan terhadap kebutuhan sarana produksi melalui berbagai program hibah pengabdian masyarakat, termasuk hibah dari Kementerian Pendidikan.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, STIE Malangkucecwara berharap pelaku UMKM di Balearjosari mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memanfaatkan teknologi digital secara optimal, serta memperkuat daya saing produknya di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Reses Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang: Fasilitasi Dialog Warga dengan DPUPRPKP, Banjir dan PSU Jadi Sorotan

8 July 2026 - 12:08 WIB

Reses Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang: Fasilitasi Dialog Warga dengan DPUPRPKP, Banjir dan PSU Jadi Sorotan

Pakar UB: Polemik LGBTQ dalam Perpres 111/2025 Perlu Dibaca dari Perspektif Komunikasi Politik

6 July 2026 - 20:00 WIB

Pakar UB: Polemik LGBTQ dalam Perpres 111/2025 Perlu Dibaca dari Perspektif Komunikasi Politik

SRB UB Petakan 1.500 Program Berisiko Tinggi, Sertifikasi ISO 31000 Dibidik Rampung Akhir Tahun

30 June 2026 - 20:13 WIB

SRB UB Petakan 1.500 Program Berisiko Tinggi, Sertifikasi ISO 31000 Dibidik Rampung Akhir Tahun

STIE Malangkucecwara Libatkan Chef Internasional untuk Tingkatkan Standar Kuliner UMKM Kampoeng Heritage Kajoetanga

26 June 2026 - 16:38 WIB

STIE Malangkucecwara Libatkan Chef Internasional untuk Tingkatkan Standar Kuliner UMKM Kampoeng Heritage Kajoetanga

Bukan Sekadar Facelift, Hyundai New CRETA Tawarkan Tiga Pilihan Karakter dalam Satu Lini

25 June 2026 - 18:07 WIB

Bukan Sekadar Facelift, Hyundai New CRETA Tawarkan Tiga Pilihan Karakter dalam Satu Lini
Trending on Berita