Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

Peran Orang Tua dalam Pembatasan Media Sosial Anak Jadi Sorotan DPRD Kota Malang

badge-check


					Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Kartika S.E., S.Pd Perbesar

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Kartika S.E., S.Pd

VOICEOFJATIM – Peran orang tua dalam mengawasi penggunaan media sosial anak menjadi perhatian DPRD Kota Malang seiring diberlakukannya kebijakan pembatasan akses bagi anak di bawah usia 16 tahun. Keterlibatan keluarga dinilai menjadi faktor penentu dalam penerapan aturan tersebut di lapangan.

Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 8 Tahun 2026 serta Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang mulai diterapkan, terutama di lingkungan sekolah.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Kartika, menegaskan bahwa pembatasan penggunaan media sosial tidak akan berjalan efektif tanpa keterlibatan langsung dari orang tua.

“Keluarga adalah garda terdepan dalam membentuk karakter anak. Pembatasan ini bukan semata-mata larangan, tetapi upaya perlindungan agar anak terhindar dari dampak negatif dunia digital,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meningkatnya risiko di ruang digital, seperti paparan konten tidak layak hingga perundungan siber, menjadi latar belakang kebijakan ini. Karena itu, pengawasan orang tua dinilai tidak cukup hanya dengan pembatasan, tetapi juga perlu disertai pemahaman kepada anak.

Selain keluarga, Kartika juga menyinggung peran sekolah dalam mendampingi penerapan kebijakan ini. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjalankan aturan, tetapi juga perlu terlibat dalam memberikan edukasi literasi digital kepada siswa dan orang tua.

“Sekolah harus menjadi mitra orang tua. Edukasi tentang risiko dan ancaman di dunia digital perlu disampaikan secara berkelanjutan, sehingga anak dan orang tua memiliki pemahaman yang sama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam keluarga agar anak merasa nyaman untuk bercerita tentang pengalaman mereka di dunia digital.

“Ketika komunikasi terjalin dengan baik, anak tidak akan ragu untuk bercerita. Ini penting agar orang tua dapat segera mengambil langkah yang tepat jika terjadi sesuatu yang berisiko,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Malang sendiri terus melakukan sosialisasi kebijakan ini melalui sekolah dan komunitas masyarakat, dengan harapan tercipta lingkungan digital yang lebih aman bagi anak.

Keterlibatan orang tua, sekolah, dan pemerintah menjadi kunci agar pembatasan media sosial tidak berhenti pada aturan, tetapi benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BRI Tulungagung Salurkan KUR Rp 741 Milyar hingga Juli 2026, Dorong UMKM Semakin Produktif

19 August 2026 - 22:05 WIB

BRI Tulungagung Salurkan KUR Rp 741 Milyar hingga Juli 2026, Dorong UMKM Semakin Produktif

BRI dan Ponpes Darussalam Bandil Bangun Ekosistem Keuangan Sehat, Santri Jadi Bagian dari Transformasi

18 August 2026 - 07:49 WIB

BRI dan Ponpes Darussalam Bandil Bangun Ekosistem Keuangan Sehat, Santri Jadi Bagian dari Transformasi

Agustusan di Drich Garden Kedungkandang Meriah, Warga Jembatan Merah Tumplek Bleek, UMKM Ikut Menggeliat

16 August 2026 - 10:34 WIB

Agustusan di Drich Garden Kedungkandang Meriah, Warga Jembatan Merah Tumplek Bleek, UMKM Ikut Menggeliat

DPRD Dorong Kota Malang Punya Sistem Lalu Lintas Cerdas dan Transportasi Layak

15 August 2026 - 18:26 WIB

DPRD Dorong Kota Malang Punya Sistem Lalu Lintas Cerdas dan Transportasi Layak

Dari Transaksi Rp5 Juta, Agen BRILink Ikhsanul Afif Kini Layani Rp100 Juta Sehari

13 August 2026 - 18:47 WIB

Dari Transaksi Rp5 Juta, Agen BRILink Ikhsanul Afif Kini Layani Rp100 Juta Sehari
Trending on Berita