VOICEOFJATIM – Perayaan ulang tahun ke-60 Abah Anton menjadi lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Di hadapan ratusan kolega, kerabat, dan kader Partai Golkar, mantan Wali Kota Malang itu menyampaikan pesan menyejukkan: Golkar harus merapatkan barisan, menuntaskan konflik internal, dan kembali bekerja nyata untuk masyarakat di awal 2026.
Perayaan berlangsung hangat di AA Cafe, Sabtu malam (10/1/2026). Ratusan tamu hadir, menciptakan suasana akrab dan penuh kebersamaan. Tak hanya wajah lama, acara tersebut juga dihadiri sejumlah wajah baru yang belakangan dikenal sebagai kader Partai Golkar. Momen itu pun berubah menjadi ruang konsolidasi informal yang sarat pesan politik, namun dibalut dengan nada tenang.
Dalam kesempatan tersebut, Abah Anton membuka pernyataannya dengan ucapan selamat tahun baru 2026. Ia menegaskan bahwa pergantian tahun menjadi momentum refleksi bagi dirinya dan keluarga untuk terus memberi kontribusi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Banyak masyarakat yang masih datang ke rumah untuk menyampaikan pendapat dan kebutuhan mereka. Itu menjadi pengingat bahwa kontribusi kepada masyarakat tidak boleh berhenti,” ujar Abah Anton.
Ia menyampaikan, bersama rekan-rekannya di Partai Golkar, dirinya ingin mewujudkan kembali semangat kekaryaan, sebuah kerja politik yang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, masih banyak hal yang dibutuhkan publik dan harus direspons dengan kerja konkret, bukan sekadar wacana.
Penjelasan Rinci dan Mendalam:
Di hadapan para kader, Abah Anton juga menyinggung kondisi internal Golkar. Ia berharap konflik yang selama ini terjadi dapat segera diakhiri. Baginya, perselisihan internal hanya akan menguras energi partai dan menjauhkan Golkar dari tujuan utamanya sebagai partai karya.
Ia secara terbuka mendorong kepemimpinan Golkar yang telah terpilih untuk segera merapatkan barisan. Soliditas internal, kata dia, menjadi fondasi penting agar Golkar mantap menatap agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2029, pilkada, dan berbagai kepentingan nasional.
“Harapan kami, konflik di tubuh Golkar ini segera selesai. Pemimpin terpilih harus segera merapatkan barisan agar Golkar mantap menghadapi 2029,” tegasnya.
Abah Anton juga meluruskan berbagai spekulasi terkait posisinya di internal partai. Ia menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi atau ambisi politik apa pun di tubuh Golkar. Sikapnya murni sebagai kader yang menginginkan partai tetap utuh dan tidak terpecah.
“Saya tidak punya kepentingan apa pun. Kami ini kader yang berharap Golkar tidak berpecah belah,” katanya.
Ia kemudian menjelaskan alasan keterlibatannya dalam dinamika partai sebelumnya. Menurut Abah Anton, langkah tersebut semata-mata untuk menampung aspirasi keluarga besar Golkar, mulai dari pengurus tingkat bawah hingga kecamatan. Aspirasi itu, kata dia, perlu diwadahi agar tidak berkembang menjadi perpecahan yang lebih besar.
“Bukan untuk memilih saya. Saya juga sudah jelas tidak bisa maju. Tapi kalau aspirasi itu tidak ditampung, justru bisa pecah,” ungkapnya.
Ia mengakui, secara konstitusional proses tersebut memiliki keterbatasan. Namun seluruh dinamika itu telah disampaikan kepada pengurus di tingkat provinsi hingga DPP, dengan tujuan agar konflik tidak berlarut-larut dan Golkar segera kembali solid.
Menutup pernyataannya, Abah Anton menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi kepada masyarakat sepanjang 2026 melalui Partai Golkar. Baginya, ulang tahun bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk merawat persatuan dan menguatkan kembali semangat pengabdian.
Pesannya jelas dan menyejukkan: saatnya Golkar menurunkan ego, merapatkan barisan, dan membiarkan karya berbicara lebih lantang daripada konflik.
















Leave feedback about this