Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

Tekan Impor, Prime 4.O Gandeng SAE L’SIMA Ciptakan Pusat Pembibitan Kacang Tanah

badge-check


					Prime 4.O, perusahaan rintisan di bidang agritech, resmi menjalin kerja sama dengan SAE L’SIMA, lahan pertanian binaan Lapas Kelas I Malang, untuk mengembangkan pusat pembibitan kacang tanah unggulan. Perbesar

Prime 4.O, perusahaan rintisan di bidang agritech, resmi menjalin kerja sama dengan SAE L’SIMA, lahan pertanian binaan Lapas Kelas I Malang, untuk mengembangkan pusat pembibitan kacang tanah unggulan.

MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Langkah konkret menuju swasembada kacang tanah mulai ditapaki. Prime 4.O, perusahaan rintisan di bidang agritech, resmi menjalin kerja sama dengan SAE L’SIMA, lahan pertanian binaan Lapas Kelas I Malang, untuk mengembangkan pusat pembibitan kacang tanah unggulan.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Senin (28/7/2025). Acara tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang tengah melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut.

Kerja sama ini bukan sekadar upaya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kacang tanah dari luar negeri seperti India, Vietnam, hingga Afrika.

“Selama ini kita terlalu bergantung pada impor. Padahal, Indonesia punya potensi besar untuk mandiri, asalkan pembibitan dilakukan secara serius dan terarah,” ujar CEO Prime 4.O, Vinna Ho.

Menurut Vinna, produktivitas petani lokal saat ini masih tergolong rendah, dengan rata-rata hasil panen hanya sekitar dua ton per hektare. Dengan penggunaan bibit unggul dan program pendampingan yang intensif, pihaknya optimistis hasil panen bisa ditingkatkan dua kali lipat.

“Target kami cukup realistis, 4 sampai 5 ton per hektare. Itu bukan mustahil jika bibit dan pendampingan tersedia dengan tepat,” tambahnya.

Untuk mendukung hal ini, Prime 4.O juga menggandeng Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) di bawah Kementerian Pertanian RI. Kolaborasi ini bertujuan menghasilkan varietas bibit kacang tanah yang tidak hanya adaptif terhadap iklim lokal, tetapi juga sesuai dengan standar industri nasional.

Namun, Vinna tak menampik adanya tantangan di lapangan, terutama terkait mahalnya harga pupuk non-subsidi dan insektisida. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan akses petani terhadap sarana produksi dengan harga terjangkau.

“Kalau bibit sudah bagus, tapi pupuk mahal, ya hasilnya tetap tidak optimal. Ini butuh sinergi yang kuat dari banyak pihak,” tegasnya.

Sementara itu, SAE L’SIMA, akronim dari Sarana Asimilasi Edukasi L’SIMA, merupakan salah satu program unggulan Lapas Kelas I Malang dalam bidang pembinaan kemandirian warga binaan. Terletak di kawasan seluas 20,5 hektare, lokasi ini selama ini telah dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian seperti kubis manis, edamame, dan jagung manis.

Dengan adanya kerja sama ini, SAE L’SIMA akan turut berperan sebagai pusat riset lapangan dan demoplot untuk uji tanam bibit kacang tanah unggulan. Selain memperkuat kontribusi lapas dalam mendukung ketahanan pangan nasional, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pertanian, tapi juga membuka peluang baru bagi warga binaan untuk berdaya secara mandiri,” ujar perwakilan Lapas Kelas I Malang.

Langkah Prime 4.O dan SAE L’SIMA ini menjadi contoh sinergi antara inovasi teknologi pertanian, peran negara, dan institusi pemasyarakatan dalam menciptakan sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan. Jika berhasil, inisiatif ini bisa menjadi model replikasi di daerah lain demi mendorong Indonesia keluar dari jeratan ketergantungan impor pangan.

 

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BRI Tulungagung Salurkan KUR Rp 741 Milyar hingga Juli 2026, Dorong UMKM Semakin Produktif

19 August 2026 - 22:05 WIB

BRI Tulungagung Salurkan KUR Rp 741 Milyar hingga Juli 2026, Dorong UMKM Semakin Produktif

BRI dan Ponpes Darussalam Bandil Bangun Ekosistem Keuangan Sehat, Santri Jadi Bagian dari Transformasi

18 August 2026 - 07:49 WIB

BRI dan Ponpes Darussalam Bandil Bangun Ekosistem Keuangan Sehat, Santri Jadi Bagian dari Transformasi

Agustusan di Drich Garden Kedungkandang Meriah, Warga Jembatan Merah Tumplek Bleek, UMKM Ikut Menggeliat

16 August 2026 - 10:34 WIB

Agustusan di Drich Garden Kedungkandang Meriah, Warga Jembatan Merah Tumplek Bleek, UMKM Ikut Menggeliat

DPRD Dorong Kota Malang Punya Sistem Lalu Lintas Cerdas dan Transportasi Layak

15 August 2026 - 18:26 WIB

DPRD Dorong Kota Malang Punya Sistem Lalu Lintas Cerdas dan Transportasi Layak

Dari Transaksi Rp5 Juta, Agen BRILink Ikhsanul Afif Kini Layani Rp100 Juta Sehari

13 August 2026 - 18:47 WIB

Dari Transaksi Rp5 Juta, Agen BRILink Ikhsanul Afif Kini Layani Rp100 Juta Sehari
Trending on Berita