Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Antisipasi Banjir di Lowokwaru, Tiga Pilar Turun Langsung Bersihkan Saluran Air di Pertigaan Sardo

badge-check

Kegiatan yang dikemas dalam SINERGIGASS 3 PILAR itu menyasar saluran air di seberang Pertigaan Swalayan Sardo. Perbesar

Kegiatan yang dikemas dalam SINERGIGASS 3 PILAR itu menyasar saluran air di seberang Pertigaan Swalayan Sardo.

VOICEOFJATIM – Ancaman genangan dan banjir saat musim penghujan tidak cukup dihadapi dengan memperbaiki saluran air ketika persoalan sudah terjadi. Pendangkalan gorong-gorong, tumpukan sampah, hingga minimnya kontrol terhadap saluran tertutup menjadi persoalan yang perlu ditangani sejak dini. Kondisi tersebut mendorong jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Kecamatan Lowokwaru memperkuat kolaborasi melalui Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) di Kelurahan Ketawanggede, Minggu (8/11/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam SINERGIGASS 3 PILAR itu menyasar saluran air di seberang Pertigaan Swalayan Sardo. Sejak pukul 07.00 WIB, personel TNI, Polri, ASN Kecamatan Lowokwaru, ASN Kelurahan Ketawanggede, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kelurahan Tangguh (Keltang), Satlinmas, mahasiswa, serta masyarakat RW 01 dan RW 02 bergotong royong mengangkat sampah dan sedimentasi yang menghambat aliran air.

Titik tersebut menjadi perhatian karena kapasitas saluran air dinilai mulai terganggu oleh pendangkalan. Bahkan, ketika hujan belum mencapai intensitas tinggi, air dilaporkan sudah meluber hingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Lurah Ketawanggede, Mohammad Yusuf, S.E., mengatakan kegiatan tersebut berawal dari koordinasi dengan Danramil pada Jumat (6/11/2026). Saat itu, jajaran TNI menyampaikan adanya arahan untuk melaksanakan karya bakti sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran adalah saluran air di kawasan Pertigaan Sardo, wilayah Kelurahan Ketawanggede.

“Jumat pagi, Pak Danramil datang menyampaikan bahwa ada perintah untuk karya bakti TNI terkait antisipasi banjir. Salah satu titik yang disasar berada di wilayah kami, tepatnya di depan Perempatan Sardo,” ungkap Yusuf.

Meski baru sekitar dua pekan menjabat sebagai Lurah Ketawanggede, Yusuf menyambut inisiatif tersebut dengan menggerakkan berbagai unsur di tingkat kelurahan. Koordinasi kemudian diperluas dengan melibatkan warga RT 01 RW 01 dan RT 01 RW 02, Kelurahan Tangguh, Satlinmas, Karang Taruna, mahasiswa KKN, serta ASN kelurahan.

Menurutnya, persoalan saluran air di kawasan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kondisi wilayah lain yang berada di bagian hulu. Aliran air yang melewati Ketawanggede juga menerima kiriman dari Kelurahan Dinoyo.

Karena itu, penanganan sampah di saluran air harus dilakukan secara berkesinambungan dan tidak berhenti pada satu titik pembersihan.

“Airnya ini merupakan kiriman dari atas, dari Kelurahan Dinoyo. Harapan kami, terutama persoalan sampah, kalau di wilayah atas pembuangan sampah ke saluran bisa dijaga, maka kami di bawah tidak terkena dampaknya,” jelasnya.

Yusuf menegaskan, pihak kelurahan akan terus mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan saluran air sebagai tempat pembuangan sampah. Pemeliharaan saluran juga membutuhkan keterlibatan warga agar ketika hujan berintensitas sedang hingga tinggi, air tidak meluap ke badan jalan dan mengganggu aktivitas lalu lintas.

Persoalan pendangkalan saluran air tersebut juga menjadi perhatian Camat Lowokwaru, Yuyun Nanik Ekowati, S.STP., M.Si. Ia mengungkapkan, persoalan drainase dan potensi banjir bukan hanya ditemukan di Ketawanggede. Dari 12 kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Lowokwaru, masing-masing memiliki titik yang perlu mendapat perhatian, terutama pada saluran gorong-gorong yang rawan mengalami penyumbatan.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi Danramil, Polsek, dan pemerintah wilayah dalam kegiatan pagi hari ini. Dari 12 kelurahan yang ada di Kecamatan Lowokwaru, semuanya memiliki potensi kerawanan, terutama pada gorong-gorong yang berisiko menimbulkan banjir,” ujarnya.

Yuyun menjelaskan, Ketawanggede menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian karena masih terdapat saluran air dengan sedimentasi cukup tebal. Kondisi itu menyebabkan kemampuan saluran menampung dan mengalirkan air berkurang. Akibatnya, hujan yang belum terlalu deras pun dapat memicu luapan.

Melalui GASS, pemerintah berupaya mengurangi sedimentasi sekaligus mengembalikan fungsi saluran agar aliran air lebih lancar. Ia berharap pola kerja kolaboratif tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan insidental, melainkan dapat diagendakan secara rutin di kelurahan lain, terutama wilayah yang memiliki kerawanan banjir.

Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru AKP Yuli Widodo, S.H., M.H., menyoroti persoalan lain yang kerap luput dari perhatian masyarakat, yakni minimnya pengawasan terhadap saluran drainase yang sudah ditutup.

Menurutnya, keberadaan saluran tertutup berpotensi menyulitkan pengawasan apabila tidak disertai akses kontrol yang memadai. Padahal, pemeriksaan secara berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi bagian dalam saluran, termasuk ketika terjadi penyumbatan atau gangguan aliran.

“Kami sangat berharap sinergitas antara Forkopimcam, kecamatan, Danramil, dan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan terus terjalin. Apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan. Got-got yang selama ini kurang terawat perlu dibersihkan sejak dini,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang memiliki saluran drainase tertutup agar tetap memperhatikan akses kontrolnya. Tanpa pengawasan, kondisi saluran sulit diketahui sehingga persoalan yang sebenarnya dapat dideteksi lebih awal justru berpotensi berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Kapolsek menilai kepedulian masyarakat terhadap kondisi drainase menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan. Pembersihan oleh aparat dan pemerintah akan lebih efektif apabila disertai pengawasan rutin oleh warga yang berada di sekitar saluran.

Danramil Lowokwaru Kapten Infanteri Faisal Pelu menjelaskan, karya bakti tersebut merupakan langkah antisipatif menghadapi kemungkinan meningkatnya curah hujan. Fokus kegiatan diarahkan pada saluran irigasi dan drainase yang berpotensi menimbulkan genangan, terutama pada kawasan dengan aktivitas lalu lintas cukup padat.

“Kami bersinergi dengan Bu Camat dan Pak Kapolsek dalam rangka mengantisipasi turunnya curah hujan yang tinggi yang kemungkinan berdampak pada banjir. Karena itu, kami berupaya melakukan kegiatan bersih-bersih, terutama di saluran irigasi yang apabila terjadi banjir bisa mengakibatkan kemacetan. Kami antisipasi jauh-jauh hari, khususnya di saluran yang ada di Pertigaan Sardo,” jelas Faisal.

Ia menekankan, keterlibatan TNI tidak dapat berjalan sendiri dalam penanganan persoalan lingkungan. Dukungan kepolisian, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta masyarakat menjadi unsur yang menentukan keberlangsungan kegiatan di lapangan.

Menurut Faisal, pemerintah kelurahan memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mengetahui kondisi wilayahnya. Dengan koordinasi lintas sektor, titik-titik rawan dapat dipetakan dan penanganannya dilakukan lebih terarah.

Keterlibatan masyarakat RW 01 dan RW 02 dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan drainase bukan semata urusan petugas kebersihan atau aparat kewilayahan. Saluran air yang melintasi permukiman membutuhkan perhatian bersama, mulai dari memastikan tidak ada sampah yang dibuang sembarangan hingga menjaga agar sedimentasi tidak terus menumpuk.

Persoalan di Pertigaan Sardo juga memperlihatkan bahwa penanganan banjir di kawasan perkotaan tidak cukup hanya mengandalkan pembersihan di titik terdampak. Kondisi saluran di wilayah hulu, kelancaran aliran di sepanjang jaringan drainase, serta pengawasan terhadap gorong-gorong tertutup turut menentukan kemampuan kawasan hilir menghadapi peningkatan debit air saat hujan.

Melalui SINERGIGASS 3 PILAR, upaya penanganan tersebut mulai diarahkan pada kerja bersama lintas wilayah dan lintas institusi, dengan Kelurahan Ketawanggede menjadi salah satu titik penanganan awal di Kecamatan Lowokwaru.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Aksara Kost Hadir di Expo Properti MOG, Tawarkan Hunian Premium Berbalut Filosofi Jawa

5 Nov 2026 - 16:54 WIB

Aksara Kost Hadir di Expo Properti MOG, Tawarkan Hunian Premium Berbalut Filosofi Jawa

Djoko Prihatin Minta Warga Malang Tak Terseret Panasnya Konflik Elite Politik Pusat

5 Nov 2026 - 14:33 WIB

Djoko Prihatin Minta Warga Malang Tak Terseret Panasnya Konflik Elite Politik Pusat

Kartika Dorong Psikolog Tetap di Setiap Sekolah, Pendidikan Seksualitas Anak Dinilai Tak Bisa Lagi Ditunda

3 Nov 2026 - 14:13 WIB

Kartika Dorong Psikolog Tetap di Setiap Sekolah, Pendidikan Seksualitas Anak Dinilai Tak Bisa Lagi Ditunda

Djoko Prihatin Ajak Pemuda Ikut Menentukan Arah Pembangunan Kota Malang

2 Nov 2026 - 23:03 WIB

Djoko Prihatin Ajak Pemuda Ikut Menentukan Arah Pembangunan Kota Malang

Tape Tradisional Malang Punya Pasar hingga Luar Negeri, Ini Perjalanan Usaha Kasrodin

2 Nov 2026 - 19:49 WIB

Tape Tradisional Malang Punya Pasar hingga Luar Negeri, Ini Perjalanan Usaha Kasrodin
Trending on Berita