VOICEOFJATIM – Dukungan terhadap pendidikan berbasis pesantren menjadi salah satu sasaran program tanggung jawab sosial PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hingga Oktober 2026, BRI Region 13 Malang bersama jaringan Branch Office telah menyalurkan bantuan CSR dengan nilai lebih dari Rp3 miliar kepada 11 pondok pesantren.
Bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi beragam kebutuhan lembaga pendidikan Islam, mulai dari pembangunan dan renovasi ruang kelas, pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran, bantuan sembako, hingga penyediaan ambulans untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat.

Program melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan BRI dalam mendukung keberlangsungan pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kerjanya.
Sejumlah pesantren yang tercatat sebagai penerima manfaat di antaranya Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bondowoso, Pondok Pesantren Darun Naajah Al Irfany, Pondok Pesantren Al Ribath Darul Hasan Jember, Pondok Pesantren Nurul Faroh, dan Pondok Pesantren Nurul Iman Lumajang.
Penerima lainnya meliputi Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin Probolinggo, Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2, serta Pondok Pesantren An Nur 2 Bululawang.
Regional CEO BRI Region 13 Malang, Arie Wibowo, mengatakan dukungan terhadap pesantren berkaitan dengan peran lembaga tersebut dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, pesantren tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga memiliki peran dalam membangun karakter generasi muda.
“Momentum Hari Santri menjadi pengingat akan pentingnya peran pondok pesantren dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui program CSR ini, BRI ingin berkontribusi dalam mendukung kebutuhan pendidikan,” ujar Arie.
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan juga diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar serta membantu memenuhi kebutuhan dasar pesantren dan masyarakat di sekitarnya.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para santri dan lingkungan pesantren,” katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2, K.H. M. Hamim Kholili, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia menilai pemenuhan sarana dan prasarana memiliki arti penting dalam menunjang keberlangsungan aktivitas pendidikan di pesantren.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BRI atas kepedulian yang diberikan kepada pondok pesantren. Dukungan ini sangat berarti dalam membantu memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Hamim.
Ia berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga dukungan terhadap pesantren dan masyarakat semakin luas.
Melalui program TJSL tersebut, BRI Region 13 Malang berupaya menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan melalui dukungan terhadap pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan layanan masyarakat.













