MALANG – Pondok pesantren tidak hanya menjadi ruang pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki aktivitas ekonomi dan administrasi yang membutuhkan pengelolaan keuangan secara tertib. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu dasar kerja sama BRI Branch Office Tulungagung dengan Pondok Pesantren Darussalam Bandil.
Kerja sama yang berlangsung di Desa Bandil Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, ditandai dengan penandatanganan MoU Program Junio Smart dan pembukaan rekening operasional pesantren.

Melalui rekening operasional, BRI mendukung kebutuhan transaksi keuangan Pondok Pesantren Darussalam Bandil agar dapat dikelola secara lebih tertib, transparan, dan efisien.
Di saat yang sama, Program Junio Smart membuka ruang bagi santri untuk masuk ke ekosistem perbankan. Program tersebut diarahkan untuk mendorong budaya menabung sekaligus memperkuat literasi keuangan sejak dini.
Pgs Branch Office Head Tulungagung, Agus Mirwan, mengatakan pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“BRI berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang mudah diakses dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pondok pesantren,” ujarnya.
Agus berharap kerja sama tersebut berkembang menjadi pemanfaatan layanan perbankan yang lebih luas.
“Kami berharap semakin banyak santri yang memiliki rekening BRI dan memanfaatkan layanan perbankan digital sebagai bekal untuk membangun kemandirian finansial sejak dini,” tambahnya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, santri dan pengelola pesantren akan memperoleh akses layanan digital BRI melalui BRImo. BRI juga siap memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan serta penggunaan layanan digital.
Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Bandil, Ujang Warju, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan BRI dapat membantu pesantren beradaptasi dengan kebutuhan pengelolaan keuangan yang semakin modern.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah positif dalam mendukung pengelolaan keuangan pondok pesantren yang lebih modern,” ungkap Ujang.
Ia berharap sinergi tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi pesantren dan santri.
Kerja sama BRI dengan Pondok Pesantren Darussalam Bandil pada akhirnya mempertemukan kebutuhan kelembagaan dengan kebutuhan pendidikan finansial. Pesantren mendapat dukungan dalam pengelolaan transaksi, sedangkan santri memperoleh kesempatan mengenal rekening, budaya menabung, dan layanan perbankan digital.
BRI Branch Office Tulungagung menempatkan kolaborasi dengan lembaga pendidikan sebagai salah satu jalur untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan. Melalui pendekatan tersebut, ekosistem keuangan yang sehat diharapkan tumbuh tidak hanya di sektor usaha, tetapi juga dari lingkungan pendidikan dan pesantren.














