Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Headline

Penarikan Lagu Punk Sukatani Picu Perdebatan, Dosen FIB UNAIR Soroti Kebebasan Berekspresi

badge-check

Sukatani Band. (Ist) Perbesar

Sukatani Band. (Ist)

VOJ – Jagat media sosial tengah diramaikan dengan penarikan lagu Bayar Bayar Bayar milik band punk Sukatani dari platform musik. Keputusan ini menuai perdebatan karena dianggap membungkam kebebasan berekspresi dalam seni.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga, Puji Karyanto, menyesalkan langkah tersebut. Menurutnya, keputusan menarik lagu itu mencerminkan adanya tekanan terhadap musisi dalam menyuarakan kritik sosial.

Seni sebagai Kritik Sosial

Puji menilai karya seni, termasuk lagu punk, harusnya mendapatkan apresiasi karena mampu menyuarakan realitas sosial. Ia mengutip konsep dulce et utile, yang berarti seni tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga memiliki nilai guna.

“Kebebasan berekspresi dalam seni tidak memiliki batasan khusus. Semua bentuk ekspresi dimungkinkan, namun tetap harus dipahami bahwa seni tidak berdiri sendiri. Ia terikat dengan norma dan etika yang berlaku di masyarakat,” jelasnya.

Seni, Sensor, dan Intimidasi

Puji juga menegaskan bahwa hakikat seni adalah menghadirkan kebaruan dan sering kali menantang kemapanan. Karena itu, tidak seharusnya ada intimidasi terhadap karya seni.

Jika seniman menghadapi tekanan, ada beberapa cara untuk tetap bersuara. Salah satunya dengan mengemas pesan secara simbolik agar tetap tersampaikan tanpa langsung berbenturan dengan pihak tertentu. Alternatif lainnya adalah memperkuat solidaritas antar-seniman dalam suatu organisasi, sehingga bisa menghadapi tekanan bersama.

Meski demikian, ia mengingatkan para seniman agar tetap cerdas dalam menyampaikan kritik melalui karya seni. “Pesannya harus tetap tersampaikan, tapi jangan sampai kehilangan esensi seni itu sendiri,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

D-Bass Project Launching Single di Malang, Didik Sucahyo Eks Elpamas Gandeng Musisi Lokal

28 Aug 2026 - 13:56 WIB

D-Bass Project Launching Single di Malang, Didik Sucahyo Eks Elpamas Gandeng Musisi Lokal

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 Jul 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

6 Apr 2026 - 22:49 WIB

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin sertijab tiga pejabat utama, yakni Karorena, Dirreskrimsus, dan Dirressiber, di Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026).

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

28 Mar 2026 - 15:01 WIB

Detik-detik mobil Xenia menabrak dua perempuan di Jalan Raya Candi, Sidoarjo, hingga meninggal dunia terekam dalam video yang beredar di media sosial. (Foto: tangkapan layar video viral)

Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf

26 Mar 2026 - 15:06 WIB

Selebgram Emy Aghnia menjadi sorotan usai unggahan konten promosi yang menampilkan almarhum Vidi Aldiano memicu kecaman luas dari warganet. (Sumber Foto: Instagram/@emyaghnia)
Trending on Entertainment