Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

Wali Kota Surabaya: Pegawai Pemkot Penipu UMKM Sudah Dipecat karena Kasus ATK

badge-check


					Wali Kota Surabaya: Pegawai Pemkot Penipu UMKM Sudah Dipecat karena Kasus ATK Perbesar

VOJ – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa seorang mantan pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang terlibat dalam kasus penipuan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ternyata telah lebih dulu dipecat. Pemecatan itu terkait dugaan penyimpangan dalam pengadaan alat tulis kantor (ATK).

Menurut Eri, mantan pegawai tersebut sebelumnya bekerja di bagian yang berkaitan dengan administrasi dan pengadaan barang. Pasca terbukti melanggar aturan dalam pengadaan ATK, Pemkot Surabaya langsung mengambil langkah tegas dengan memberhentikannya. Namun, setelah dipecat, yang bersangkutan kembali berulah dengan menipu pelaku UMKM di Surabaya.

“Kami sudah lama memecatnya karena ada masalah pengadaan ATK. Tapi setelah keluar dari Pemkot, ternyata dia malah melakukan penipuan ke pelaku UMKM. Ini tentu sangat merugikan masyarakat,” ujar Eri dalam keterangannya, Selasa (12/2/2025).

Eri juga menegaskan bahwa kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya agar bekerja dengan jujur dan tidak menyalahgunakan jabatan. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap pegawai di lingkup pemerintahan untuk mencegah kasus serupa terjadi lagi.

Kasus penipuan yang dilakukan mantan pegawai tersebut mencuat setelah beberapa pelaku UMKM melaporkan adanya modus penipuan berkedok bantuan usaha. Dengan iming-iming bantuan dari pemerintah, pelaku meminta sejumlah uang kepada korban sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak. Saat ini, kasus tersebut tengah dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Pemkot Surabaya pun mengimbau masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar lebih berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan pemerintah dalam menawarkan bantuan usaha.

“Kalau ada program bantuan resmi dari pemerintah, pasti akan disampaikan secara terbuka melalui kanal resmi Pemkot Surabaya,” tegas Eri.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BRI Tulungagung Salurkan KUR Rp 741 Milyar hingga Juli 2026, Dorong UMKM Semakin Produktif

19 August 2026 - 22:05 WIB

BRI Tulungagung Salurkan KUR Rp 741 Milyar hingga Juli 2026, Dorong UMKM Semakin Produktif

BRI dan Ponpes Darussalam Bandil Bangun Ekosistem Keuangan Sehat, Santri Jadi Bagian dari Transformasi

18 August 2026 - 07:49 WIB

BRI dan Ponpes Darussalam Bandil Bangun Ekosistem Keuangan Sehat, Santri Jadi Bagian dari Transformasi

Agustusan di Drich Garden Kedungkandang Meriah, Warga Jembatan Merah Tumplek Bleek, UMKM Ikut Menggeliat

16 August 2026 - 10:34 WIB

Agustusan di Drich Garden Kedungkandang Meriah, Warga Jembatan Merah Tumplek Bleek, UMKM Ikut Menggeliat

DPRD Dorong Kota Malang Punya Sistem Lalu Lintas Cerdas dan Transportasi Layak

15 August 2026 - 18:26 WIB

DPRD Dorong Kota Malang Punya Sistem Lalu Lintas Cerdas dan Transportasi Layak

Dari Transaksi Rp5 Juta, Agen BRILink Ikhsanul Afif Kini Layani Rp100 Juta Sehari

13 August 2026 - 18:47 WIB

Dari Transaksi Rp5 Juta, Agen BRILink Ikhsanul Afif Kini Layani Rp100 Juta Sehari
Trending on Berita