HIPMI Kota Malang Tegaskan Dukungan Jawa Timur Jadi Tuan Rumah Munas XVIII

VOICEOFJATIM – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang menegaskan dukungan penuh agar Jawa Timur menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI 2026. Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk soliditas organisasi pengusaha muda di tingkat daerah sekaligus dorongan agar agenda nasional HIPMI dapat digelar di provinsi yang dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan kekuatan ekonomi yang memadai.

Ketua HIPMI Kota Malang Hendi Suryo Leksono mengatakan pihaknya bersama jajaran pengurus di daerah sepakat mendorong Jawa Timur sebagai lokasi penyelenggaraan Munas HIPMI tahun ini. Menurutnya, provinsi tersebut memiliki berbagai keunggulan yang dapat menunjang kelancaran kegiatan berskala nasional yang melibatkan ribuan pengusaha muda dari seluruh Indonesia.

“Kami tadi juga menyampaikan bahwa HIPMI sepakat mendorong Jawa Timur menjadi tempat terselenggaranya Munas HIPMI tahun ini,” ujar Hendi.

IMG-20260307-WA0019 HIPMI Kota Malang Tegaskan Dukungan Jawa Timur Jadi Tuan Rumah Munas XVIII

Ia menilai Jawa Timur memiliki kapasitas yang cukup kuat untuk menjadi tuan rumah. Selain memiliki infrastruktur yang lengkap, provinsi ini juga didukung konektivitas transportasi yang memadai sehingga memudahkan mobilitas peserta dari berbagai daerah.

Fasilitas MICE atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition bertaraf internasional di Surabaya dan sekitarnya juga menjadi salah satu alasan utama yang memperkuat dukungan tersebut. Ketersediaan gedung konvensi, hotel berbintang, serta sarana penunjang lainnya dinilai mampu menampung ribuan peserta yang datang dari 38 provinsi di Indonesia.

Selain itu, akses menuju Jawa Timur dinilai sangat strategis karena terhubung melalui jaringan transportasi udara, laut, dan darat yang terintegrasi. Kondisi ini dianggap penting untuk memastikan kelancaran kegiatan nasional seperti Munas HIPMI.

Di sisi lain, HIPMI Kota Malang juga terus memperkuat upaya pengembangan kewirausahaan di daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meluncurkan Learning Management System sebagai platform pembelajaran kewirausahaan berbasis digital.

Dalam kegiatan yang digelar tersebut, HIPMI Kota Malang juga mengundang Kamar Dagang dan Industri serta berbagai asosiasi usaha yang berada di bawah koordinasinya. Acara itu sekaligus menjadi momentum kolaborasi antara organisasi pengusaha dengan pemerintah daerah.

“Kami sebagai panitia pelaksana mengundang Kadin dan asosiasi yang berada di bawahnya. Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respons positif dari Pak Wakil Wali Kota yang hadir langsung,” kata Hendi.

Ia menjelaskan Learning Management System yang diluncurkan dikembangkan bersama Smart ID dan dirancang sebagai sarana edukasi bagi pengusaha baru. Platform ini diharapkan dapat menjadi sekolah online bagi para wirausahawan yang ingin meningkatkan kemampuan bisnisnya.

“Harapannya para pengusaha memiliki sekolah online melalui Learning Management System ini bersama Smart ID,” ujarnya.

Hendi menambahkan platform pembelajaran tersebut juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Bahkan dalam diskusi dengan Wakil Wali Kota Malang, muncul gagasan agar sistem pembelajaran tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh aparatur sipil negara untuk memahami perspektif kewirausahaan.

“Learning Management System ini juga kami diskusikan dengan Pak Wakil Wali Kota, termasuk kemungkinan ASN dapat belajar sehingga memiliki konteks baru tentang kewirausahaan,” jelasnya.

Ia berharap berbagai inisiatif yang dilakukan HIPMI dapat sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk melalui penguatan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di Kota Malang hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menilai HIPMI bersama Kamar Dagang dan Industri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, organisasi pengusaha muda menjadi motor penting dalam menumbuhkan wirausaha baru di Kota Malang.

Ali menjelaskan Kota Malang akan menghadapi bonus demografi pada tahun 2030 sehingga generasi muda perlu dipersiapkan dengan baik agar mampu memanfaatkan peluang tersebut melalui kegiatan usaha.

“HIPMI dan Kadin memiliki peran yang sangat vital sebagai motor penggerak ekonomi. Kota Malang akan menghadapi bonus demografi pada 2030 sehingga generasi muda perlu didorong untuk terjun dalam dunia usaha,” kata Ali.

Ia menilai jika generasi muda tidak disiapkan sejak dini, bonus demografi justru berpotensi menjadi tantangan besar bagi daerah. Karena itu pemerintah kota berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan HIPMI dan Kadin dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kuat.

“Pemerintah Kota Malang akan bergandengan tangan dengan Kadin dan HIPMI untuk meningkatkan ekosistem usaha, terutama bagi generasi muda, mulai dari pembinaan hingga akses permodalan,” ujarnya.

Ali juga menyoroti potensi besar ekonomi kreatif di Kota Malang yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Ia menyebut Malang memiliki tiga modal utama untuk mengembangkan sektor tersebut.

Pertama adalah budaya Malangan yang kuat. Kedua adalah talenta generasi muda yang kreatif. Ketiga adalah perkembangan teknologi yang sangat cepat diadaptasi oleh masyarakat, terutama kalangan muda.

Dengan tiga kekuatan tersebut, ia optimistis sektor ekonomi kreatif di Kota Malang dapat berkembang jauh lebih pesat dalam beberapa tahun mendatang.

“Ekonomi kreatif di Kota Malang saya yakin bisa tumbuh dua hingga tiga kali lipat dari sekarang. Bahkan sektor ini menyumbang hampir 40 persen hingga sekitar 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Ke depan pemerintah daerah akan terus meningkatkan kolaborasi dengan HIPMI dan Kadin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis ekonomi digital, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang diproyeksikan menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi Kota Malang dalam lima tahun ke depan.

Leave feedback about this

  • Rating