VOICEOFJATIM – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Malang Djoko Prihatin menganugerahkan KADIN Award 2026 kepada sejumlah tokoh pemerintahan dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi daerah. Penghargaan tersebut diberikan dalam momentum buka bersama yang digelar bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang.
Acara yang dihadiri sekitar 250 pengusaha dari berbagai sektor itu menjadi momen penting kolaborasi antara KADIN dan HIPMI. Para peserta terdiri dari pengusaha muda hingga pelaku usaha senior yang selama ini aktif mengembangkan bisnis di Kota Malang.

Djoko Prihatin mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara organisasi pengusaha dengan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih dinamis di tengah tantangan global.
“Ini pertama kalinya KADIN dan HIPMI bisa berkolaborasi membuat satu kegiatan bersama. Kami mengundang sekitar 250 pengusaha, baik senior maupun junior di Kota Malang. Harapannya sinergi ini bisa memperkuat upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Djoko.
Ia menjelaskan, dunia usaha saat ini menghadapi berbagai tantangan global, termasuk dinamika geopolitik dan kondisi ekonomi internasional. Namun menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Djoko, KADIN dan HIPMI ingin mengambil peran lebih besar dalam pengembangan ekosistem investasi di Kota Malang. Kedua organisasi tersebut berencana menyusun berbagai kajian strategis yang nantinya dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah.
“Kami ingin duduk bersama dengan pemerintah kota. Kajian-kajian dari HIPMI dan KADIN diharapkan bisa menjadi sumbangsih pemikiran bagi wali kota dan wakil wali kota, terutama dalam memperkuat ekosistem investasi yang sedang berkembang pesat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, KADIN Kota Malang juga memberikan penghargaan KADIN Award 2026 dalam berbagai kategori ekonomi dan kepemimpinan. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh dan pelaku usaha yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi dan dunia usaha di Kota Malang.
Penghargaan Global Market Pioneer Award diberikan kepada Audi Pratama, Direktur Utama CV Aumireta Anggun, yang dinilai berhasil menembus pasar ekspor hingga Amerika Serikat.
Kategori Economic Policy Innovation Award diberikan kepada Wakil Wali Kota Malang Ali Mutohirin atas kontribusinya dalam mendorong kebijakan ekonomi daerah.
Sementara itu, Capital Market Trail Blazer Award diberikan kepada Nanang Suherman, CEO Anak Baik Corporation, yang dinilai berhasil mengembangkan perusahaan berbasis inovasi dan pasar modal.
Di sektor properti, Property and Urban Development Excellence Award dianugerahkan kepada Hendra Hartanto, Direktur Utama Grand Orchid Resident, atas kontribusinya dalam pengembangan kawasan hunian di Kota Malang.
KADIN juga memberikan Kadin Legacy Leadership Award kepada Edy Wahyono yang merupakan mantan Ketua KADIN Kota Malang periode 2014–2024 atas perannya dalam membangun organisasi dan ekosistem bisnis selama masa kepemimpinannya.
Penghargaan lain yakni Creative Economy Global Impact Award diberikan kepada Mahrus Ali dari Roundbox Animation. Perusahaan animasi tersebut dinilai berhasil membawa karya kreatif lokal menembus pasar internasional dengan mitra kerja dari berbagai negara.
Selain itu, Kadin Legacy Leadership Award juga diberikan kepada tokoh Malang Raya Drs Peni Suparto M.AP yang dikenal sebagai figur inspiratif dalam pembangunan daerah.
Sementara penghargaan Strategic Government Partner Award diberikan kepada Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan strategis antara pemerintah daerah dengan dunia usaha.
Djoko menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk dorongan moral bagi para pelaku usaha untuk terus memperluas pasar dan memperkuat jejaring bisnis.
Menurutnya, potensi ekonomi Kota Malang tidak hanya bertumpu pada pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang besar di pasar global. Hal ini terlihat dari sejumlah pelaku usaha lokal yang sudah berhasil menembus pasar internasional, termasuk di sektor ekspor dan industri kreatif.
“Melalui award ini kami ingin menunjukkan bahwa ekosistem bisnis di Kota Malang sangat luas. Tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga bisa berkembang hingga pasar global,” kata Djoko.
Ia juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan dalam dunia usaha. Djoko berharap generasi pengusaha muda dapat melanjutkan semangat yang telah dibangun para senior.
Menurutnya, hubungan antara HIPMI dan KADIN merupakan proses regenerasi yang berjalan secara alami. Banyak pengusaha yang memulai perjalanan organisasinya di HIPMI sebelum kemudian melanjutkan kiprah di KADIN.
“Kami berharap apa yang telah dirintis oleh para senior bisa diteruskan oleh generasi berikutnya. Semangatnya bukan hanya menjadi pengusaha, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara organisasi pengusaha dan pemerintah daerah, Djoko optimistis Kota Malang memiliki peluang besar untuk terus memperkuat daya saing ekonomi serta menarik lebih banyak investasi di masa depan.
















Leave feedback about this