Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

Prof Zainuddin Sentil Malang: Kota Pendidikan Jangan Kalah oleh Gemerlap Hiburan Malam

badge-check


					0-0x0-0-0# Perbesar

0-0x0-0-0#

MALANG – Di tengah makin ramai sorotan soal menjamurnya tempat hiburan malam, satu pertanyaan besar mengemuka: Malang masih kota pendidikan atau sedang berbelok ke arah?

Pertanyaan itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Malang Kehilangan Arah?Ketika Kota Pendidikan dan Budaya Tergeser oleh Industri Hiburan Malam” yang digelar di Universitas Widya Gama Malang. Di forum itu, Rektor periode 2021–2025, Prof. H. Muhammad Zainuddin, MA, berbicara lugas. Nada pesannya jelas: jangan sampai Malang kehilangan wajah aslinya.

Menurut Prof Zainuddin, Malang sejak lama dikenal dengan identitas kuat sebagai kota pendidikan, kota wisata, sekaligus kota industri. Namun, ia mengingatkan, industri yang dimaksud bukanlah industri raksasa yang mengubah lanskap kota, melainkan tumbuh dari kearifan lokal. “Orientasi pembangunan harus selaras dengan karakter kota,” tegasnya.

Ia mengapresiasi forum diskusi tersebut karena dinilai “menggigit”. Tanda tanya dalam tema, katanya, justru menjadi ruang refleksi. Bukan vonis bahwa Malang sudah tersesat, melainkan ajakan untuk bercermin bersama.

Realitasnya, Malang saat ini dihuni sekitar 300 ribu mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia. Angka yang bukan kecil. Setiap tahun, ribuan datang dan pergi. Ada yang pulang ke kampung halaman, ada pula yang memilih menetap, bekerja, bahkan membangun keluarga di kota ini. Dinamika itu, menurutnya, membawa konsekuensi serius.

“Infrastruktur kita tidak bertambah signifikan, tapi populasi terus meningkat. Dampaknya terasa pada kepadatan lalu lintas, kebutuhan perumahan, sampai perubahan budaya sosial,” ujarnya.

Prof Zainuddin mengingatkan kembali jargon lama Malang sebagai Tribina Cipta : kota pendidikan, kota wisata, dan kota industri. Namun ia memberi garis tegas—jangan sampai ambisi menjadi kota kreatif dan pusat pertumbuhan ekonomi justru menggerus kenyamanan ruang belajar.

Ia bahkan bernostalgia pada era Malang 1980–1990-an. Saat itu, kota ini dikenal sejuk, tertata, dan ramah pejalan kaki. Trotoar hidup, kemacetan jarang terdengar, dan atmosfer akademik terasa kuat. Kini, terutama di jam-jam tertentu, kemacetan dan kepadatan menjadi pemandangan rutin.

Bagi Prof Zainuddin, isu arah kota tak bisa diputar semata-mata pada hiburan malam. Masalahnya jauh lebih kompleks: mencakup kebijakan tata ruang, dinamika sosial, hingga keputusan politik. Namun, ia mengingatkan, jika tak dikelola hati-hati, perubahan orientasi pembangunan bisa perlahan menggeser identitas yang sudah terbangun puluhan tahun.

Dengan ratusan ribu siswa yang menggantungkan masa depan akademiknya di Malang, ia menekankan pentingnya menjaga citra kota sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan tanpa ampun. “Brand Malang sebagai kota pendidikan harus kita rawat bersama,” katanya.

Menurutnya, menutup kota ini bukan berarti menutup mata terhadap perubahan. Justru sebaliknya, berani memikirkan arah pembangunan adalah suatu bentuk kepedulian. Diskusi publik, kritik akademik, dan keterlibatan media harus menjadi energi kolektif untuk memastikan Malang tetap berdiri dengan jati dirinya, bukan sekedar mengikuti arus gemerlap zaman.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dari Ruang Kantor ke Ruang Hijau, BRI Malang Soekarno Hatta Tanam Investasi Lingkungan untuk Masa Depa

6 June 2026 - 08:10 WIB

Dari Ruang Kantor ke Ruang Hijau, BRI Malang Soekarno Hatta Tanam Investasi Lingkungan untuk Masa Depa

Dari Konten Misteri hingga Sejarah Malang, Misteri Malang Bangun Komunitas Penonton Lewat Gaya Khas “Ojok Kemendel Timbang Di Buntel”

3 June 2026 - 20:29 WIB

Dari Konten Misteri hingga Sejarah Malang, Misteri Malang Bangun Komunitas Penonton Lewat Gaya Khas “Ojok Kemendel Timbang Di Buntel”

Indonesia Jadi Sorotan dalam Diskusi Reformasi Hukum Pidana Asia, PERSADA UB Luncurkan Jurnal Internasional

3 June 2026 - 16:53 WIB

Indonesia Jadi Sorotan dalam Diskusi Reformasi Hukum Pidana Asia, PERSADA UB Luncurkan Jurnal Internasional

Rupiah Melemah, Investasi Emas Digital di BRImo Semakin Dilirik Masyarakat

1 June 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Melemah, Investasi Emas Digital di BRImo Semakin Dilirik Masyarakat

Fatayat NU Kota Malang Tetapkan Lima Agenda Prioritas, Fokus pada Perlindungan Perempuan hingga Penguatan Ekonomi Kader

1 June 2026 - 17:45 WIB

Fatayat NU Kota Malang Tetapkan Lima Agenda Prioritas, Fokus pada Perlindungan Perempuan hingga Penguatan Ekonomi Kader
Trending on Berita