Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Prof Zainuddin Sentil Malang: Kota Pendidikan Jangan Kalah oleh Gemerlap Hiburan Malam

badge-check

0-0x0-0-0# Perbesar

0-0x0-0-0#

MALANG – Di tengah makin ramai sorotan soal menjamurnya tempat hiburan malam, satu pertanyaan besar mengemuka: Malang masih kota pendidikan atau sedang berbelok ke arah?

Pertanyaan itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Malang Kehilangan Arah?Ketika Kota Pendidikan dan Budaya Tergeser oleh Industri Hiburan Malam” yang digelar di Universitas Widya Gama Malang. Di forum itu, Rektor periode 2021–2025, Prof. H. Muhammad Zainuddin, MA, berbicara lugas. Nada pesannya jelas: jangan sampai Malang kehilangan wajah aslinya.

Menurut Prof Zainuddin, Malang sejak lama dikenal dengan identitas kuat sebagai kota pendidikan, kota wisata, sekaligus kota industri. Namun, ia mengingatkan, industri yang dimaksud bukanlah industri raksasa yang mengubah lanskap kota, melainkan tumbuh dari kearifan lokal. “Orientasi pembangunan harus selaras dengan karakter kota,” tegasnya.

Ia mengapresiasi forum diskusi tersebut karena dinilai “menggigit”. Tanda tanya dalam tema, katanya, justru menjadi ruang refleksi. Bukan vonis bahwa Malang sudah tersesat, melainkan ajakan untuk bercermin bersama.

Realitasnya, Malang saat ini dihuni sekitar 300 ribu mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia. Angka yang bukan kecil. Setiap tahun, ribuan datang dan pergi. Ada yang pulang ke kampung halaman, ada pula yang memilih menetap, bekerja, bahkan membangun keluarga di kota ini. Dinamika itu, menurutnya, membawa konsekuensi serius.

“Infrastruktur kita tidak bertambah signifikan, tapi populasi terus meningkat. Dampaknya terasa pada kepadatan lalu lintas, kebutuhan perumahan, sampai perubahan budaya sosial,” ujarnya.

Prof Zainuddin mengingatkan kembali jargon lama Malang sebagai Tribina Cipta : kota pendidikan, kota wisata, dan kota industri. Namun ia memberi garis tegas—jangan sampai ambisi menjadi kota kreatif dan pusat pertumbuhan ekonomi justru menggerus kenyamanan ruang belajar.

Ia bahkan bernostalgia pada era Malang 1980–1990-an. Saat itu, kota ini dikenal sejuk, tertata, dan ramah pejalan kaki. Trotoar hidup, kemacetan jarang terdengar, dan atmosfer akademik terasa kuat. Kini, terutama di jam-jam tertentu, kemacetan dan kepadatan menjadi pemandangan rutin.

Bagi Prof Zainuddin, isu arah kota tak bisa diputar semata-mata pada hiburan malam. Masalahnya jauh lebih kompleks: mencakup kebijakan tata ruang, dinamika sosial, hingga keputusan politik. Namun, ia mengingatkan, jika tak dikelola hati-hati, perubahan orientasi pembangunan bisa perlahan menggeser identitas yang sudah terbangun puluhan tahun.

Dengan ratusan ribu siswa yang menggantungkan masa depan akademiknya di Malang, ia menekankan pentingnya menjaga citra kota sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan tanpa ampun. “Brand Malang sebagai kota pendidikan harus kita rawat bersama,” katanya.

Menurutnya, menutup kota ini bukan berarti menutup mata terhadap perubahan. Justru sebaliknya, berani memikirkan arah pembangunan adalah suatu bentuk kepedulian. Diskusi publik, kritik akademik, dan keterlibatan media harus menjadi energi kolektif untuk memastikan Malang tetap berdiri dengan jati dirinya, bukan sekedar mengikuti arus gemerlap zaman.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

BRI Kepanjen Jajaki Potensi DPK dan Briguna melalui Sinergi dengan Pengadilan Agama Kabupaten Malang

25 Oct 2026 - 17:45 WIB

BRI Kepanjen Jajaki Potensi DPK dan Briguna melalui Sinergi dengan Pengadilan Agama Kabupaten Malang

KNPI Kota Malang Punya Ketua Baru, Ditantang Lebih Kritis Mengawal Kebijakan Pemerintah

24 Oct 2026 - 23:41 WIB

KNPI Kota Malang Punya Ketua Baru, Ditantang Lebih Kritis Mengawal Kebijakan Pemerintah

BRI Region 13 Malang Salurkan CSR Lebih dari Rp3 Miliar untuk 11 Pesantren

24 Oct 2026 - 17:30 WIB

BRI Region 13 Malang Salurkan CSR Lebih dari Rp3 Miliar untuk 11 Pesantren

YBM BRILiaN SBO Malang Garap Akses Air Bersih untuk 508 KK di Lumajang

23 Oct 2026 - 19:28 WIB

YBM BRILiaN SBO Malang Garap Akses Air Bersih untuk 508 KK di Lumajang

LPBHNU Kota Malang Siapkan Paralegal Santri dan Layanan Hukum Berbasis AI

23 Oct 2026 - 18:27 WIB

LPBHNU Kota Malang Siapkan Paralegal Santri dan Layanan Hukum Berbasis AI
Trending on Berita