Ujian Promosi Doktor Sosiologi UMM, Bertholomeus George da Silva Kupas Politik Investasi Sosial DPR RI

VOICEOFJATIM – Ujian promosi doktor bukan sekadar ritual akademik. Di Universitas Muhammadiyah Malang, Senin siang 26 Januari 2026, forum ilmiah itu berubah menjadi ruang refleksi tentang bagaimana politik bekerja di level akar rumput. Bertholomeus George da Silva resmi meraih gelar doktor Sosiologi setelah mempertahankan disertasinya yang menyorot praktik politik investasi sosial anggota DPR RI di Malang Raya.

Ujian terbuka berlangsung di Gedung GKB IV Lantai 2 Direktorat Program Pascasarjana UMM. Disertasi berjudul Politik Investasi Sosial Anggota DPR RI Studi Fenomenologi pada Dapil Jawa Timur V Malang Raya menjadi fokus utama pengujian. Kajian ini mengurai relasi antara kekuasaan politik, kepentingan elektoral, dan praktik investasi sosial yang dijalankan wakil rakyat di daerah pemilihan.

IMG-20260128-WA0002 Ujian Promosi Doktor Sosiologi UMM, Bertholomeus George da Silva Kupas Politik Investasi Sosial DPR RI

Bertholomeus menjelaskan bahwa riset tersebut berangkat dari kegelisahan akademik sekaligus pengalaman empirik melihat bagaimana program sosial sering kali tidak berdiri netral. Menurutnya, investasi sosial dalam praktik politik kerap menjadi instrumen strategis untuk membangun loyalitas publik.

“Penelitian ini mencoba membaca realitas politik secara lebih jujur, bagaimana investasi sosial dijalankan, dimaknai, dan dirasakan oleh masyarakat serta aktor politik di Malang Raya,” ujar Bertholomeus usai ujian promosi doktor.

Ia menempuh studi magister dan doktoral pada konsentrasi Sosial Politik di Universitas Muhammadiyah Malang. Proses akademik tersebut diselesaikan dalam waktu 2 tahun 10 bulan, dengan capaian indeks prestasi 3,96 dan predikat kelulusan disertasi nilai A.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh jajaran akademisi lintas kepakaran. Bertindak sebagai promotor Prof. Dr. Oman Sukmana, MSi, dengan Ko Promotor I Prof. Dr. Wahyudi, MSi dan Ko Promotor II Prof. Dr. Asep Nurjaman, MSi. Dewan penguji lainnya terdiri atas Prof. Dr. Khozin, MSi selaku Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang dan Prof. Dr. Vina Salviana DS, MSi.

Dalam forum tersebut, para penguji menilai disertasi Bertholomeus memiliki kekuatan pada kedalaman analisis fenomenologis serta keberanian mengangkat praktik politik yang kerap dianggap sensitif. Kajian ini dinilai relevan untuk memperkaya khazanah ilmu sosiologi politik, khususnya dalam membaca dinamika hubungan wakil rakyat dan konstituennya.

Ujian promosi doktor ini juga mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh dan institusi mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk apresiasi, di antaranya Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Bupati Malang Sanusi, dan Wakil Bupati Malang Lathifah Sohib. Beberapa nama tersebut juga tercatat sebagai subjek dalam penelitian yang dilakukan.

Selain itu, dukungan datang dari Kombes Pol. Budi Hermanto mantan Kapolresta Malang Kota, Raul Lemos dan Kris Dayanti yang turut menjadi bagian dari objek kajian, serta Forum Komunikasi Antar Umat Beragama Malang Raya, Lions Club Malang Amazing, Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur, dan jejaring kolega di MPD.

Bertholomeus menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran dan dukungan berbagai komunitas, mulai dari Forum Pemuda NTT Malang Raya, FKAUB Malang Raya, hingga para kolega lintas organisasi.

“Semua perhatian dan doa ini menjadi energi moral yang besar bagi saya. Semoga seluruh kebaikan dibalas dengan keberkahan,” katanya.

Tak lupa ia juga menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dewan penguji yang telah memberikan masukan kritis dan konstruktif selama proses ujian promosi doktor. Selain promotor dan ko promotor, ia secara khusus menyebut peran penguji eksternal Prof. Dr. Bonaventura Mgarawula, MS, selaku Ketua Program Studi S3 Pascasarjana Universitas Merdeka Malang, yang turut memperkaya perspektif akademik dalam penyempurnaan disertasi. Menurutnya, kontribusi para penguji menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ilmiah dan ketajaman analisis penelitian yang dihasilkan.

Dengan capaian akademik tersebut, disertasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen kampus semata, tetapi dapat menjadi rujukan kritis dalam membaca praktik politik representasi, terutama di daerah yang menjadi episentrum kontestasi elektoral seperti Malang Raya.

Leave feedback about this

  • Rating