Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Life Style

Guru Besar UGM Sebut Keluarga Berpenghasilan Rendah Lebih Sering Konsumsi Pangan Nabati

badge-check


					Guru Besar UGM Sebut Keluarga Berpenghasilan Rendah Lebih Sering Konsumsi Pangan Nabati Perbesar

VOJ – Produk peternakan menjadi salah satu sumber protein penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga dengan penghasilan rendah cenderung lebih banyak mengonsumsi pangan nabati dan makanan bertepung dibandingkan produk hewani yang memiliki nilai gizi tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh Prof. Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Ekonomi Keperilakuan Produk Peternakan di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Acara berlangsung pada Selasa (18/2/2025) di Ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM.

Dalam pidatonya yang berjudul “Transformasi Perilaku Konsumsi Pangan Produk Peternakan Dalam Perspektif Ekonomi Malnutrisi”, Mujtahidah menyoroti kecenderungan rumah tangga berpenghasilan rendah dalam memilih makanan. “Sebagian besar disebabkan oleh fakta bahwa rumah tangga kelompok ini harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pangan dasar,” jelasnya.

Ia juga menyoroti rendahnya tingkat konsumsi susu di Indonesia yang berdampak pada kualitas gizi balita dan anak-anak. Kondisi ini, menurutnya, bisa mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. “Di saat yang sama, rumah tangga berpenghasilan rendah sulit mengakses susu maupun pangan hewani bernilai tinggi lainnya, seperti daging dan produk olahan susu,” tambahnya.

Menurut Mujtahidah, rendahnya konsumsi protein hewani erat kaitannya dengan kondisi ekonomi masyarakat. Harga pangan hewani yang tinggi membuat banyak orang memilih alternatif dengan kualitas yang lebih rendah. Telur menjadi sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi di daerah pedesaan miskin.

“Keputusan konsumen dalam memilih pangan didasarkan pada faktor pendapatan, harga, dan preferensi yang menentukan tingkat permintaan pangan,” ujarnya. “Asupan makanan dan status gizi yang terkait dengan pembangunan ekonomi didorong oleh interaksi harga dan pendapatan dengan inovasi dalam produksi, distribusi, dan pemasaran pangan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mudik ke Turen? Ini 7 Rekomendasi Cafe Hits untuk Bukber & Halal Bihalal Lebaran 2026

12 March 2026 - 01:58 WIB

Mudik ke Turen? Ini 7 Rekomendasi Cafe Hits untuk Bukber & Halal Bihalal Lebaran 2026

Akhir Tahun Makin Seru, Kakkoii Tancap Gas Lewat Promo “KESAMBER”

23 December 2025 - 18:16 WIB

Akhir Tahun Makin Seru, Kakkoii Tancap Gas Lewat Promo “KESAMBER”

Tak Mau Ribet Christmas Dinner, Kakkoii All You Can Eat Jadi Incaran Jelang Natal

23 December 2025 - 18:08 WIB

Tak Mau Ribet Christmas Dinner, Kakkoii All You Can Eat Jadi Incaran Jelang Natal

’10 Ribu di Tangan Istri yang Tepat’, Tepat Sasaran Momok Malnutrisi Keluarga & Tekanan Ibu Rumah Tangga

22 November 2025 - 03:31 WIB

’10 Ribu di Tangan Istri yang Tepat’, Tepat Sasaran Momok Malnutrisi Keluarga & Tekanan Ibu Rumah Tangga

Pandawa: Rasa Nusantara yang Berkibar di Langit Sydney

18 October 2025 - 04:56 WIB

Pandawa: Rasa Nusantara yang Berkibar di Langit Sydney
Trending on Ekonomi