Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Headline

Pembangunan Bendungan Keureuto Karya Brantas Abipraya Diproyeksikan Reduksi Banjir 30%

badge-check

Pembangunan Bendungan Keureuto Karya Brantas Abipraya Diproyeksikan Reduksi Banjir 30% Perbesar

JAKARTA – 9 Desember 2024 – PT Brantas Abipraya (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka dalam bidang konstruksi, mengerjakan pembangunan Bendungan Keureuto dengan mengimplementasikan teknologi konstruksi modern yang inovatif dan berkelanjutan yang terletak di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Dengan rancangan bendungan yang cermat, didukung oleh studi hidrologi yang mendalam, memungkinkan struktur ini untuk menahan debit banjir yang ekstrem, menjaga keseimbangan ekosistem sekitar, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Lewat pembangunan Bendungan Keureuto, Brantas Abipraya ingin menunjukkan upayanya dalam menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan. Kami memilih material ramah lingkungan dan berkomitmen senantiasa memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Lebih dari itu, kami juga melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap pembangunan, sehingga proyek ini tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga dapat memberikan banyak manfaat untuk masyarakat sekitar,” ujar Muhammad Toha Fauzi,  Direktur Operasi I Brantas Abipraya.

Bendungan Keureuto yang dibangun oleh Brantas Abipraya ini berfungsi sebagai ‘penahan banjir’ yang besar di Sungai Krueng Keureuto dan enam anak sungainya. Dengan kapasitas tampung 215 juta/m3, bendungan ini dapat mereduksi banjir di Aceh Utara sebesar 30,5 juta meter kubik per detik dan mengairi lahan pertanian seluas 9.420 hektar. Tak hanya itu, proyek ini juga menyediakan air baku sebesar 0,05 meter kubik per detik sehingga berpotensi untuk membangkitkan listrik melalui PLTA yang berkapasitas 6,34 MW.

Salah satu keunggulan dari bendungan ini adalah adanya tampungan khusus banjir yang mampu mengurangi risiko banjir hingga periode ulang 50 tahun. Selain itu, bendungan ini juga dilengkapi dengan sistem pemantauan yang canggih untuk memastikan keamanan dan operasional yang optimal.

Keberhasilan pembangunan Bendungan Keureuto tidak terlepas dari kolaborasi yang erat antara Brantas Abipraya, Pemerintah Daerah, dan masyarakat Aceh Utara. Mulai dari tahap sosialisasi awal, pembentukan kelompok kerja masyarakat, hingga pelaksanaan pembangunan, masyarakat selalu dilibatkan secara aktif. Hal ini terlihat dari partisipasi mereka dalam musyawarah desa, penyampaian masukan terhadap desain bendungan, serta penyediaan tenaga kerja lokal. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, proyek ini tidak hanya menjadi proyek pemerintah, tetapi juga menjadi proyek milik masyarakat.

Bendungan ini diharapkan dapat menarik investasi dan meningkatkan perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong pengembangan sektor pariwisata. Dengan semua manfaat tersebut, masyarakat dan pemerintah setempat berharap bahwa Bendungan Keureuto akan menjadi salah satu landmark penting dalam pembangunan wilayah Aceh Utara.

“Bendungan Keureuto bukan hanya sebuah infrastruktur, tetapi juga simbol komitmen kami dalam pembangunan berkelanjutan. Kami berharap Bendungan Keureuto ini dapat menjadi contoh bagi proyek-proyek infrastruktur lainnya di Indonesia, yang mengutamakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.”, tutup Muhammad Toha Fauzi,  Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya (Persero).

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

D-Bass Project Launching Single di Malang, Didik Sucahyo Eks Elpamas Gandeng Musisi Lokal

28 August 2026 - 13:56 WIB

D-Bass Project Launching Single di Malang, Didik Sucahyo Eks Elpamas Gandeng Musisi Lokal

Malang Jadi Target Ekspansi, I Love Emas Hadirkan Layanan Jual Beli Emas Berbasis Transparansi

31 July 2026 - 14:14 WIB

Malang Jadi Target Ekspansi, I Love Emas Hadirkan Layanan Jual Beli Emas Berbasis Transparansi

Ayam Balaikota Hadirkan Nasi Liwet Kendil Obong, Bidik Tren Makan Bareng dan Pasar Oleh-oleh Malang

30 July 2026 - 14:45 WIB

Ayam Balaikota Hadirkan Nasi Liwet Kendil Obong, Bidik Tren Makan Bareng dan Pasar Oleh-oleh Malang

HIPMI Kota Malang Perkuat Peran Cetak Founder Muda Lewat Kolaborasi dengan Institut Asia

19 July 2026 - 18:32 WIB

HIPMI Kota Malang Perkuat Peran Cetak Founder Muda Lewat Kolaborasi dengan Institut Asia

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL
Trending on Berita