VOICEOFJATIM – Kepekaan terhadap persoalan ekonomi dan kebutuhan warga menjadi penekanan Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Djoko Prihatin dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar. Mengusung tema besar Golkar Bersama Rakyat, Karya Nyata, Rakyat Sejahtera, Golkar Kota Malang meminta seluruh kader dan anggota fraksi lebih aktif menyerap persoalan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi yang bisa dirasakan secara langsung.
Djoko menegaskan, peringatan hari jadi partai tidak cukup dimaknai melalui seremoni. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk memahami kondisi masyarakat, terutama ketika tekanan ekonomi menuntut kehadiran nyata para wakil rakyat dan struktur partai di lapangan.

“Kami menginstruksikan kepada para kader dan fraksi untuk turun ke bawah. Membuka mata, membuka hati, dan membuka telinga, serta berempati terhadap keadaan masyarakat yang saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ujar Djoko.
Menurut dia, kader Golkar harus mampu menjadi salah satu pihak terdepan yang merespons kebutuhan warga. Persoalan yang ditemukan di lapangan diharapkan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi ditindaklanjuti melalui program dan tindakan konkret yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Untuk mempercepat penyerapan aspirasi, DPD Golkar Kota Malang membuka sejumlah jalur komunikasi. Warga dapat menyampaikan kebutuhan maupun persoalan yang dihadapi melalui WhatsApp, termasuk hotline partai, anggota fraksi, pengurus kecamatan (PK), hingga pengurus kelurahan (PL).
“Dari situ kami bisa mengetahui masyarakat membutuhkan apa. Informasi tersebut menjadi dasar bagi kami untuk segera turun dan melaksanakan karya nyata yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelasnya.
Djoko menilai, kedekatan dengan masyarakat harus dibangun melalui kemampuan mendengar sekaligus kesediaan untuk bertindak. Dengan pola tersebut, keberadaan partai diharapkan tidak hanya terlihat pada momentum politik, tetapi juga hadir ketika warga menghadapi persoalan sehari-hari.
Di tengah peringatan HUT ke-62, Golkar Kota Malang juga menempatkan penguatan organisasi sebagai agenda penting. Konsolidasi struktur hingga tingkat kecamatan dan kelurahan ditargetkan rampung sebelum November 2026. Proses tersebut akan ditutup melalui rapat kerja daerah (rakerda), sebelum dilanjutkan dengan tahapan kaderisasi dan simulasi organisasi.
“Konsolidasi internal harus diselesaikan terlebih dahulu. Struktur kecamatan dan kelurahan semuanya harus terkonsolidasikan, kemudian ditutup dengan rapat kerja daerah, sehingga partai bisa segera bekerja,” kata Djoko.
Bagi Djoko, penguatan struktur merupakan bagian dari upaya memastikan instruksi partai dapat diterjemahkan hingga tingkat paling dekat dengan warga. Jaringan organisasi yang solid diharapkan mempermudah kader dalam menyerap aspirasi sekaligus mempercepat respons terhadap persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat.
Rangkaian peringatan HUT ke-62 Golkar di Kota Malang pada Selasa (20/10/2026) diawali dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP). Kegiatan tersebut juga menjadi momen untuk mengenang para tokoh dan mantan ketua Partai Golkar yang telah berkontribusi dalam perjalanan organisasi. Ziarah turut dilakukan ke kawasan makam Samaan, yang berkaitan dengan sejarah dan tokoh-tokoh Golkar di Kota Malang.
Setelah ziarah, jajaran DPD Golkar Kota Malang melanjutkan kegiatan dengan tasyakuran dan doa bersama di kantor DPD. Perayaan berlangsung sederhana mengikuti instruksi DPP, dengan mempertimbangkan situasi nasional.
Dalam kesempatan itu, Golkar Kota Malang menggelar tumpengan dan memberikan santunan kepada anak yatim. Penghargaan juga diberikan kepada dua tokoh senior, yakni Yudon Nugroho dan Sunarri Tanto, yang dinilai memiliki kontribusi dalam menjaga soliditas organisasi dari masa ke masa.
Djoko menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada para senior yang telah ikut mempertahankan keberadaan dan kekuatan Golkar hingga saat ini.
“Kami memberikan penghargaan kepada Pak Yudon Nugroho dan Pak Sunarri Tanto sebagai tokoh inspiratif Golkar. Mereka merupakan bagian dari para senior yang telah menjaga Golkar sehingga tetap solid, kokoh, dan kuat sampai sekarang,” ungkapnya.
Selain memperkuat hubungan dengan masyarakat, Golkar Kota Malang juga mulai merumuskan pendekatan untuk menjangkau generasi muda, khususnya Generasi Z. Djoko mengatakan, rangkaian kegiatan lanjutan HUT ke-62 akan diarahkan agar lebih mampu menarik keterlibatan anak muda dan memperkenalkan Golkar sebagai partai yang terbuka bagi generasi baru.
“Kami sedang merumuskan acara yang kira-kira bisa merangkul Gen Z. Kami ingin mereka mengetahui bahwa Golkar juga ramah terhadap anak muda,” ujarnya.
Adapun puncak peringatan HUT ke-62 Golkar di tingkat pusat direncanakan berlangsung sekitar 10 November 2026. Untuk tingkat Kota Malang, DPD masih membahas waktu pelaksanaan dan format kegiatan yang akan digelar.
Djoko berharap, penguatan organisasi, kedekatan dengan masyarakat, dan keterlibatan generasi muda dapat berjalan beriringan. Ia juga menargetkan Golkar Kota Malang mampu meningkatkan perolehan suara dan jumlah kursi politik agar memiliki ruang lebih besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Harapan kami, Golkar sebagai partai politik bisa menambah kursi dan suara, sehingga semakin memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat luas serta ikut membangun Kota Malang yang lebih sejahtera,” pungkasnya.













