VOICEOFJATIM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office (RO) 13 Malang mencatat realisasi 105 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) hingga Juli 2026 dengan total nilai mencapai Rp22,3 miliar. Program tersebut dijalankan bersama 25 Branch Office yang berada di bawah koordinasi BRI Region 13 Malang dan menyasar berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah kerja perusahaan.
Penyaluran TJSL difokuskan pada lima bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, pengembangan UMKM, penguatan ekonomi masyarakat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI mendukung pembangunan daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan penyediaan fasilitas yang dibutuhkan.

Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama. Melalui program BRI Peduli – Ini Sekolahku, BRI mengalokasikan lebih dari Rp3,6 miliar untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana sekolah, terutama di kawasan 3T atau daerah terpencil, tertinggal, dan terjauh.
Empat sekolah memperoleh bantuan tersebut, yakni SDN Sumberejo 1 Kabupaten Malang, SDN Ngadas 02 Kabupaten Malang, SDN Ngadirenggo 05 Kabupaten Blitar, serta SDN 01 Sepanjang Kabupaten Banyuwangi dengan nilai bantuan sekitar Rp3,5 miliar. Selain itu, SDN Kauman 1 Kota Malang menerima bantuan sarana penunjang pendidikan senilai Rp100 juta.
Regional CEO BRI Region 13 Malang, Arie Wibowo, mengatakan pelaksanaan TJSL merupakan bagian dari peran BRI dalam memberikan kontribusi yang lebih luas di luar layanan perbankan.
“Sebagai perusahaan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat, BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Hingga Juli 2026, BRI Region 13 Malang bersama 25 Branch Office telah menyalurkan 105 program TJSL dengan total nilai Rp22,3 miliar. Kami berharap program-program ini mampu mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, memperkuat perekonomian daerah, berperan aktif dalam peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, serta mendorong tumbuhnya UMKM yang tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Arie, pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, BRI terus memperkuat dukungan terhadap sekolah melalui penyediaan fasilitas yang lebih memadai.
“Melalui Program BRI Peduli – Ini Sekolahku, kami ingin berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa. Kami meyakini bahwa akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak akan mendorong lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, BRI akan terus hadir mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan masyarakat,” katanya.
Kepala SD Negeri Kauman 1 Kota Malang, Sentot Hariyanto, S.Psi., menilai bantuan tersebut akan memperkuat kualitas proses belajar mengajar di sekolahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI Region 13 Malang atas kepedulian dan dukungan yang diberikan melalui Program BRI Peduli. Bantuan ini sangat berarti dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih baik. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut demi mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah,” ujarnya.
Selain pendidikan, pelaksanaan TJSL juga mencakup sektor kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Ke depan, BRI Region 13 Malang akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat program semakin luas.














