SPAM Bango Resmi Beroperasi, Wujud Komitmen Pemkot Malang Hadirkan Akses Air Bersih Berkelanjutan

KOTA MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Pemerintah Kota Malang resmi mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bango Tahap 1 yang mampu memasok air bersih hingga 200 liter per detik. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di kawasan Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, pada Selasa (5/8/2025).

Infrastruktur ini digadang-gadang menjadi tonggak penting dalam pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan. Tak hanya itu, SPAM Bango juga menjadi bagian dari upaya serius Pemkot Malang untuk mengurangi ketergantungan terhadap air tanah yang selama ini menjadi sumber utama warga.

“Air bersih adalah hak dasar bagi setiap warga. Dengan hadirnya SPAM Bango, kita berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Kota Malang,” tegas Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Ia menyampaikan bahwa sistem penyediaan air berbasis air permukaan seperti SPAM Bango akan berperan penting menjaga keseimbangan lingkungan. Selain mengurangi eksploitasi air tanah, keberadaan SPAM ini dinilai bisa mencegah penurunan muka tanah dan menjadi solusi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan air bagi generasi mendatang.

“SPAM Bango ini bukan hanya proyek infrastruktur, tapi langkah strategis menuju kota yang sehat dan mandiri air,” ungkap Wahyu yang akrab disapa Pak Mbois.
Peresmian ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mantan Wali Kota Malang periode 2018-2023 Sutiaji, Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Fahmi Hidayat, serta Direktur Umum Perumda Air Minum Tugu Tirta Priyo Sudibyo.

SPAM Bango Tahap 1 ditargetkan dapat melayani ribuan sambungan rumah tangga di Kota Malang. Selain kapasitasnya yang sudah besar, sistem ini juga dirancang untuk dapat dikembangkan lebih lanjut di tahap berikutnya.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyebut bahwa potensi air permukaan di Kota Malang seharusnya bisa dioptimalkan untuk mendukung kemandirian air.

“Malang ini punya banyak sungai. Ada Brantas, Bango, Metro, Amprong, dan lainnya. Semua potensi itu harus dimanfaatkan agar kita tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ucap Fahmi.

Upaya ini sekaligus memperkuat posisi Kota Malang sebagai kota yang tangguh terhadap krisis air dan siap menjawab tantangan kebutuhan air bersih di masa depan.

Leave feedback about this

  • Rating