VOICEOFJATIM – Ketua STIE Malangkuçeçwara Drs. Bunyamin, M.M., Ph.D. mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik atau hard skill ketika memasuki dunia kerja. Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) membuat dunia kerja bergerak semakin cepat sehingga lulusan dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Pesan tersebut disampaikan Bunyamin dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-80 STIE Malangkuçeçwara. Sebanyak 166 wisudawan mengikuti prosesi wisuda semester genap tahun akademik 2025/2026.


“Sebagian besar perubahan didorong oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan kecerdasan buatan (AI) yang tiada henti. Kemajuan ini telah mengubah cara kita hidup, cara bekerja, dan cara kita berinteraksi satu sama lain,” kata Bunyamin.
Menurutnya, perkembangan ICT dan AI membuka peluang baru sekaligus menghadirkan tantangan bagi lulusan yang mulai memasuki dunia profesional. Karena itu, pendidikan di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada penguasaan kompetensi teknis.
Bunyamin membekali para wisudawan dengan tujuh pedoman utama untuk menghadapi perubahan tersebut.
Pertama, commitment of lifelong learning, yakni komitmen untuk terus belajar sepanjang hayat agar tetap relevan dan gesit dalam berkarier. Lulusan didorong mengikuti kursus daring dan sertifikasi, bergabung dalam asosiasi profesi, memperluas jejaring, melakukan pembelajaran bersama rekan sejawat, serta membuka diri terhadap pengalaman lintas fungsi.
Kedua, critical thinking atau kemampuan mengembangkan pola pikir kritis. Ketiga, ethical consideration, yakni mempertimbangkan aspek etika ketika menggunakan teknologi dan AI.
“Gunakan pengetahuan saudara untuk membuat pilihan etis yang bermanfaat bagi masyarakat dan menghormati hak-hak individu,” ujarnya.

Keempat, diversity and collaboration, yaitu kemampuan menerima keberagaman dan membangun kolaborasi lintas disiplin. Menurut Bunyamin, banyak inovasi lahir dari pertemuan berbagai bidang ilmu, seperti teknologi wearable dari perpaduan ilmu material dan elektronika hingga natural language processing yang menggabungkan ilmu komputer dan linguistik.
Kelima, resilience and adaptability, yakni ketahanan dan kemampuan beradaptasi menghadapi dinamika karier yang tidak selalu berjalan linear.
Keenam, give back, yakni memberikan manfaat secara luas kepada masyarakat. Ketujuh, uphold the human element, dengan tetap menjunjung tinggi emosi, kreativitas, dan empati sebagai karakter manusia.
“Di era AI, sentuhan manusia menjadi semakin berharga. Kita harus fokus pada apa yang membuat kita unik sebagai manusia, yaitu emosi, kreativitas, dan empati,” katanya.
166 Wisudawan
Wisuda ke-80 STIE Malangkuçeçwara diikuti 166 wisudawan. Sebanyak 147 orang berasal dari program Strata 1, terdiri atas 44 lulusan Program Studi Akuntansi dan 103 lulusan Program Studi Manajemen.
Kemudian sembilan orang berasal dari Program Strata 2 dan 10 orang dari Program Pendidikan Profesi Akuntansi.
Dengan tambahan lulusan tersebut, STIE Malangkuçeçwara hingga semester ini telah meluluskan 27.389 orang dari Program S1, 302 orang dari Program S2, dan 165 orang dari Program Pendidikan Profesi Akuntansi.
Bunyamin mengatakan capaian tersebut berjalan beriringan dengan berbagai prestasi institusi, mahasiswa, dosen, serta penguatan kerja sama internasional.

STIE Malangkuçeçwara, kata dia, tercatat sebagai sekolah tinggi ilmu ekonomi terbaik pertama di Indonesia dan masuk 100 besar perguruan tinggi terbaik selama enam tahun berturut-turut.
Kampus juga memperoleh berbagai penghargaan dari LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, termasuk penghargaan Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Terbaik Kedua dan Pelaporan Terbaik Kedua pada 2024.
Dari sisi akreditasi, Program Studi Akuntansi dan Manajemen memperoleh predikat unggul pada 2024. Program Magister Manajemen juga memperoleh akreditasi unggul yang diperbarui pada Agustus 2026, sementara Program Pendidikan Profesi Akuntansi mendapatkan predikat baik sekali.
Prestasi Mahasiswa Tembus Nasional-Internasional
Prestasi mahasiswa menjadi salah satu capaian yang turut disoroti dalam wisuda tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, mahasiswa STIE Malangkuçeçwara menorehkan prestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional.
Di antaranya, Tim ABM dua kali berturut-turut meraih juara kedua dalam lomba Real se-rangkaian CPAD yang diselenggarakan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) pada 2024 dan 2025.
Mahasiswa juga meraih juara ketiga International Accounting Competition 2024 serta juara ketiga National Competition of Accounting 2025.
Prestasi lainnya datang dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) serta Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Sejumlah tim mahasiswa berhasil memperoleh pendanaan P2MW dan melaju ke KMI Expo. Pada 2026, salah satu tim berhasil meraih juara ketiga kategori wirausaha.
Capaian mahasiswa juga menembus forum internasional. Sejumlah mahasiswa menjadi presenter dalam konferensi internasional, termasuk Malaysia International Conference of Project Management dan forum ilmiah internasional lainnya.
Pengalaman internasional juga diperoleh melalui program magang di Jepang. Sejumlah mahasiswa telah mengikuti program magang internasional di berbagai perusahaan dan institusi di Jepang.
Selain itu, terdapat mahasiswa yang mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, sementara mahasiswa lainnya memperoleh pengalaman akademik melalui berbagai konferensi dan publikasi ilmiah.
Bunyamin menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pendidikan di kampus tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori, tetapi juga pengalaman praktis, kewirausahaan, kompetisi, jejaring global, dan kemampuan berkomunikasi di lingkungan internasional.
52 Persen Wisudawan Pernah Magang
Dari 166 wisudawan yang dilantik, sebanyak 52 persen disebut telah memiliki pengalaman magang di berbagai perusahaan dan instansi di dalam negeri.
Sementara itu, 22 persen wisudawan S1 telah bekerja di berbagai perusahaan dan lembaga pemerintahan.
Data tersebut menunjukkan sebagian lulusan telah memiliki pengalaman dunia kerja bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan mereka.
Bunyamin menilai pengalaman tersebut penting karena kemampuan teknis yang diperoleh di ruang kuliah perlu dipadukan dengan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan masalah, serta beradaptasi dengan lingkungan profesional.
Karena itu, ia kembali menekankan pentingnya soft skill sebagai penunjang hard skill yang telah diperoleh selama kuliah.
“Kunci sukses dalam berkarier di dunia kerja sangat ditentukan oleh kemampuan soft skill saudara,” ujarnya.
Soft skill tersebut, lanjut dia, perlu selaras dengan tata nilai institusi STIE Malangkuçeçwara yang terangkum dalam akronim ATTITUDE.
Dosen Raih Hibah Penelitian
Tidak hanya mahasiswa, dosen STIE Malangkuçeçwara juga mencatatkan capaian melalui berbagai hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Sejumlah dosen memperoleh pendanaan penelitian fundamental reguler, penelitian fundamental, penelitian dosen pemula, serta hibah pengabdian kepada masyarakat dari Kemendikbudristek.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat budaya penelitian sekaligus menghasilkan kontribusi akademik yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
STIE Malangkuçeçwara juga terus memperluas jejaring internasional melalui berbagai program dan kolaborasi akademik.
Kerja sama dijalin dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Thailand, Taiwan, Afghanistan, Kamboja, Ethiopia, Romania, hingga Jepang.
Kampus juga dipercaya menyelenggarakan Program Darmasiswa Republik Indonesia sejak 2015 serta menyalurkan program beasiswa yang kini dikenal sebagai KIP Kuliah sejak 2012.
Kerja sama dengan Kanda University of International Studies Jepang bahkan telah memasuki tahun ke-26. Hingga 2026, lebih dari 625 mahasiswa KUIS disebut telah belajar di STIE Malangkuçeçwara melalui program pengembangan bahasa dan budaya.
Ingat Pengorbanan Orang Tua
Di hadapan para wisudawan dan orang tua, Bunyamin juga menyampaikan pesan moral mengenai arti penting keluarga dalam keberhasilan pendidikan.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan wisudawan memperoleh gelar akademik tidak terlepas dari doa, kerja keras, keringat, dan pengorbanan orang tua.
“Kesuksesan hidup saudara juga sangat tergantung oleh bakti saudara kepada orang tua,” katanya.
Karena itu, para lulusan diminta tidak melupakan jasa orang tua ketika mulai menapaki kehidupan profesional. Bagi wisudawan yang orang tuanya telah meninggal dunia, Bunyamin mengajak mereka untuk terus mendoakan kedua orang tua.
“Keikhlasan hati yang tak terukur serta dengan doanya yang tak pernah putus-putusnya, masing-masing orang tua kita telah menjadikan kita semua sukses seperti sekarang ini,” ujarnya.
Bunyamin kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada STIE Malangkuçeçwara.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan dalam pembinaan, pelayanan, maupun proses transfer ilmu kepada mahasiswa.
Menutup sambutannya, Bunyamin berpesan agar para wisudawan melangkah ke dunia profesional dengan percaya diri, terbuka terhadap perubahan, serta menggunakan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Majulah dengan percaya diri, raih masa depan dengan terbuka, dan jadikan dunia lebih baik melalui pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang saudara junjung tinggi. Potensi saudara tidak terbatas dan dunia menantikan kontribusi saudara,” pungkasnya.













