Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Headline

AI Jadi Ancaman Baru Seniman, Menparekraf: Jangan Sampai Rugikan Kreator Lokal

badge-check

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Rifky. (Shelly/VOJ) Perbesar

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Rifky. (Shelly/VOJ)

MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Kekhawatiran para seniman dan pelaku ekonomi kreatif kian memuncak menyusul masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksi kreatif. Mulai dari animator, penulis, musisi, hingga pelukis menyuarakan keresahan akan nasib karya-karya orisinal mereka yang berpotensi tergantikan oleh produk berbasis AI.

Merespons hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Rifky menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membahas langkah konkret dalam menghadapi gelombang AI di industri kreatif.

“AI ini sebuah situasi yang sulit dihindari, tapi jangan sampai kehadirannya justru merugikan habis para pegiat ekonomi kreatif kita. Kita sedang cari cara agar AI bisa dimanfaatkan, bukan jadi ancaman,” ujar Menteri Teuku Rifky kepada wartawan, Selasa (29/4/2025).

Ia menambahkan, pemerintah sedang menyusun strategi pelatihan pemanfaatan AI yang ditujukan khusus untuk para seniman dan pelaku industri kreatif, agar mereka mampu mengadaptasi teknologi tanpa kehilangan jati diri karya asli manusia.

“Kalau itu ada, ayo kita berikan pelatihan ke pegiat ekraf kita. Supaya mereka tidak jadi korban, tapi justru bisa manfaatkan AI dengan bijak,” ucapnya lugas.

Rifky juga mengakui tantangan besar yang dihadapi para kreator, terutama dalam menjaga nilai orisinalitas. Meski AI diakui sebagai subsektor tambahan dalam ekraf, keberadaan teknologi ini menimbulkan dilema tersendiri bagi pelaku industri yang selama ini menggantungkan hidup dari proses penciptaan manual.

“Nah, ini yang sedang kami diskusikan. Bagaimana AI bisa disinergikan, bukan menggantikan, apalagi menyingkirkan seniman manusia,” jelasnya.

Rencananya, dalam waktu dekat pemerintah akan menyusun regulasi yang bisa menjembatani kepentingan seniman dan pelaku industri AI, agar tidak terjadi ketimpangan perlakuan terhadap karya-karya orisinal.

Dalam kesempatan yang sama, Rifky juga menyebut kawasan KEK Singhasari di Kabupaten Malang akan menjadi salah satu pusat pelatihan dan pengembangan talenta ekonomi kreatif, termasuk adaptasi teknologi AI.

“KEK Singhasari ini infrastrukturnya sudah siap, ekosistemnya juga mulai hidup. Kita sedang kolaborasikan pelatihan, akses pasar, hingga investasi. Termasuk pelatihan AI yang kami arahkan ke sana,” tandasnya.

Pemerintah berharap, sinergi teknologi dan kreativitas manusia bisa menciptakan peluang kerja yang berkualitas dan menjaga keberlangsungan seni yang autentik di tengah perkembangan zaman yang makin digital.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, BRI Malang Marthadinata Sapa Nasabah Lebih Dekat

30 Sep 2026 - 20:41 WIB

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, BRI Malang Marthadinata Sapa Nasabah Lebih Dekat

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Manajemen BRI Malang Sutoyo Hadir Lebih Dekat Sapa Nasabah

30 Sep 2026 - 19:15 WIB

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Manajemen BRI Malang Sutoyo Hadir Lebih Dekat Sapa Nasabah

BRI Malang Soekarno Hatta dan Hiswana Migas Malang Raya Perkuat Kolaborasi

30 Sep 2026 - 19:04 WIB

BRI Malang Soekarno Hatta dan Hiswana Migas Malang Raya Perkuat Kolaborasi

BRI Malang Kawi Bersinergi dengan Divisi Infanteri 2/Kostrad untuk Renovasi Gereja dan Pura

30 Sep 2026 - 18:58 WIB

BRI Malang Kawi Bersinergi dengan Divisi Infanteri 2/Kostrad untuk Renovasi Gereja dan Pura

BRI Region 13 Malang Bantu Pemenuhan Sarana dan Prasarana KB Al Naba

29 Sep 2026 - 23:27 WIB

BRI Region 13 Malang Bantu Pemenuhan Sarana dan Prasarana KB Al Naba
Trending on Ekonomi