MALANG – Penguatan komunikasi dan kebersamaan menjadi fokus BRI Branch Office Malang Soekarno Hatta dalam menjaga kemitraan dengan jaringan BRILink Agen. Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan rutin atau kopdar Paguyuban BRILinkers Malang Soekarno Hatta yang diikuti 50 peserta, Rabu (9/9/2026).
Mengusung tema “Bersatu Bersinergi Bersama Bank BRI”, pertemuan ini menjadi ruang bagi para agen untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat koordinasi dengan BRI. Ketua Paguyuban BRILink Agen Malang Soekarno Hatta, Agus Yuswanto, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Branch Office Head BRI Malang Soekarno Hatta, Johanes Alfred Simanjuntak, mengatakan paguyuban memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang solid di antara para agen.
“Melalui Kopdar ini, kami ingin memperkuat komunikasi, kebersamaan dan kolaborasi sehingga BRI dan BRILink Agen dapat terus tumbuh dan berkembang bersama,” ujar Alfred.
Menurutnya, keberadaan paguyuban tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang untuk bertukar pengalaman dan memperkuat hubungan antarmitra.
Ia berharap komunikasi yang terbangun melalui pertemuan rutin dapat membantu para agen mengembangkan layanan sekaligus menemukan peluang baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan keberadaan paguyuban yang semakin solid, kami berharap komunikasi antara BRI dan BRILink Agen semakin erat. Paguyuban dapat menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, membangun kebersamaan dan bersama-sama mencari peluang untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” jelasnya.
BRILink Agen merupakan bagian dari upaya BRI memperluas akses layanan perbankan hingga ke lingkungan tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari masyarakat. Melalui jaringan tersebut, masyarakat dapat menjangkau berbagai layanan transaksi perbankan secara lebih dekat.
BRI Malang Soekarno Hatta berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam Kopdar BRILinkers dapat berlanjut melalui koordinasi dan kolaborasi yang berkesinambungan, sehingga jaringan agen semakin kuat dalam melayani kebutuhan transaksi masyarakat.













