Menu ✖

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

Lewat Deklarasi Ngalam Hebak, Pemkot dan Polresta Malang Kota Dorong Pelestarian Boso Walikan

badge-check

VOICEOFJATIM – Pemerintah Kota Malang bersama Polresta Malang Kota mendorong pelestarian Boso Walikan sebagai identitas lokal Malang. Salah satunya melalui Deklarasi Ngalam Hebak di Sanggar Sasana Krida Budaya Celaket, Kota Malang pada Minggu (27/9/2026).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa Boso Walikan merupakan warisan sejarah dan budaya lokal Malang yang perlu dilestarikan. Dikatakan, keberadaan bahasa khas itu sudah mulai tergerus perkembangan zaman.

“Boso Walikan atau Osob Kiwalan ini sekarang hampir punah, jadi kearifan lokal ini harus dipertahankan, kalau bukan kita, siapa lagi,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan bahwa Boso Walikan memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perjuangan masyarakat Malang pada masa penjajahan. Hamid Rusdi, salah satu tokoh pahlawan sekaligus bapak boso walikan pernah menggunakan bahasa ini sebagai strategi komunikasi dengan para pejuang agar tak dipahami musuh.

“Boso Kiwalan ini kan juga menjadi satu tradisi yang dulu dilakukan pada saat Hamid Rusdi saat mereka berjuang, perang menggunakan Boso Walikan tersebut,” jelasnya.

Wahyu memandang bahwa Boso Walikan harus menjadi kekuatan Kota Malang. Bahasa yang lekat dengan pembalikan kata itu bisa menjadi identitas budaya yang kuat.

“Ini akan menjadi kekuatan kita untuk memperkenalkan kepada luar, bahwa Malang punya bahasa keakraban dan kekompakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi mengatakan bahwa gagasan pelestarian Boso Walikan lewat Deklarasi Ngalam Hebak itu ia lakukan bersama berbagai elemen masyarakat.

Baginya, Kota Malang memiliki potensi budaya yang unik. Untuk itu, ia mendorong masyarakat dapat melestarikan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap berbagai identitas lokal yang dimiliki Malang.

“Kita gelorakan terus rasa kepedulian dan rasa memiliki, salah satunya melalui bahasa walikan,” tuturnya.

Ia berkomitmen akan terus bersinergi dengan Pemkot Malang dan elemen masyarakat untuk memunculkan gerakan gerakan baru dalam merawat identitas lokal. Hal ini juga sekaligus memperkuat daya tarik wisatawan.

“Pada intinya ini gerakan untuk merasa memiliki Malang Raya, Kota Malang, bekerja, menjaga dan merawatnya secara bersama,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kampoeng Budoyo Ketawanggede Gerakkan Ekonomi Warga di Tengah Kepungan Kampus

27 September 2026 - 20:43 WIB

Kampoeng Budoyo Ketawanggede Gerakkan Ekonomi Warga di Tengah Kepungan Kampus

Pusat Latihan Pickleball Junior Kota Malang Dibuka, Atlet Muda Disiapkan Menuju Porprov 2027

26 September 2026 - 11:16 WIB

Pusat Latihan Pickleball Junior Kota Malang Dibuka, Atlet Muda Disiapkan Menuju Porprov 2027

BRI Kepanjen Perkuat Kerja Sama Antar Lembaga dengan Pengadilan Agama Kabupaten Malang

24 September 2026 - 20:58 WIB

BRI Kepanjen Perkuat Kerja Sama Antar Lembaga dengan Pengadilan Agama Kabupaten Malang

17 Bibit Pohon Produktif BRI Jadi Media Belajar Lingkungan bagi Siswa di Kota Malang

23 September 2026 - 09:51 WIB

17 Bibit Pohon Produktif BRI Jadi Media Belajar Lingkungan bagi Siswa di Kota Malang

Transaksi QRIS BRI di Batu Street Food Festival Tembus Rp162 Juta dalam Dua Hari

21 September 2026 - 20:11 WIB

Transaksi QRIS BRI di Batu Street Food Festival Tembus Rp162 Juta dalam Dua Hari
Trending on Berita