Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah

VOICEOFJATIM.COM – Di Pujon, Malang, geliat usaha kecil kembali mendapat suntikan energi baru. Komunitas IKM–UMKM setempat yang telah berdiri sejak 2018 ini, rumah bagi lebih dari 44 pelaku usaha dan ratusan produk olahan bumi Pujon, menjadi ruang belajar bersama bagi banyak pihak. Visi mereka jelas: menjadi pusat pengembangan, pemberdayaan, dan promosi produk lokal yang berkelanjutan.

Pada 24 Oktober 2023, visi itu mendapat dukungan akademik dari Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya. Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi D-IV Manajemen Perhotelan hadir membawa semangat kolaborasi. Tiga dosen, Andira Dwi Wiranugraha, Rugeri Fadhlihalim, dan Muhammad Ziauddin Ulya, menggabungkan pendekatan kampus dan kebutuhan lapangan untuk memperkuat bisnis para pelaku IKM-UMKM Pujon.

Andira, yang memimpin rangkaian kegiatan tersebut, menekankan bahwa dunia usaha hari ini dituntut lincah membaca perubahan. “Bisnis sekarang nggak bisa jalan kalau kita nggak nimbrung sama teknologi. E-commerce dan marketplace itu bukan sekadar tren, tapi jembatan buat UMKM menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Diskusi yang berlangsung antara para pelaku usaha dan tim narasumber pun mengalir panjang dan hangat. Banyak pelaku UMKM membagikan pengalaman serta kendala mereka, sementara tim dosen menanggapi dengan gambaran solusi teknis maupun strategis. Pertukaran gagasan ini menjadi salah satu nilai paling penting dari program pengabdian tersebut.

Tujuan utamanya sederhana tapi vital: membantu para pelaku usaha di Pujon membaca potensi bisnis mereka sendiri, mengoptimalkan profit, dan memahami strategi penguatan brand di era digital. Melalui kegiatan penyuluhan itu, Fakultas Vokasi UB berharap komunitas IKM-UMKM Pujon makin percaya diri bersaing, baik di pasar nasional maupun ke level yang lebih luas.

Dengan fondasi kolaborasi yang kokoh, para pelaku usaha kecil di Pujon kini melangkah dengan bekal yang lebih tajam, mengolah produk lokal, membawa identitas desa, dan mendorong ekonomi masyarakat dari bawah. Kelihatannya kecil, tapi justru di titik-titik seperti inilah perubahan besar biasanya tumbuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *