Rebellion Tennis Club Resmi Mengudara, Energi Baru untuk Tenis Kota Malang yang Diapresiasi Walikota

VOICEOFJATIM – Rebellion Tennis Club resmi hadir di Kota Malang, membawa semangat baru untuk menghidupkan kembali olahraga tenis di tengah gempuran tren olahraga baru. Peresmian digelar sederhana di Lapangan Tenis Jalan Surabaya, Kamis (28/11/2025), namun atmosfernya penuh antusiasme para pecinta tenis dari berbagai kalangan.

Pendiri klub, Abiyyu Fitrah Pamungkas atau Amung, menyebut momen ini terasa lebih spesial karena bertepatan dengan ulang tahunnya. Ia menjelaskan bahwa klub yang dibangunnya sudah menampung sekitar seratus anggota. “Member aktifnya kurang lebih lima puluh orang. Kita buka reguler lewat aplikasi Reklab, dan banyak juga yang gabung karena ajakan teman,” ujarnya.

IMG-20251128-WA0003 Rebellion Tennis Club Resmi Mengudara, Energi Baru untuk Tenis Kota Malang yang Diapresiasi Walikota
Rebellion Tennis Club resmi hadir di Kota Malang

Amung menegaskan bahwa Rebellion dirancang sebagai ruang olahraga yang ramah untuk generasi muda Malang. “Tujuan kami bikin klub ini supaya anak muda, milenial, gen Z punya pilihan olahraga yang nggak monoton. Tenis ini olahraga warisan puluhan tahun yang sebenarnya murah dan menyenangkan,” katanya.

Ia juga memastikan semua fasilitas didesain tanpa tekanan berlebihan bagi pemain. “Kami berprinsip nggak boleh ada kewujudan. Pola itu bikin fisik cepat drop dan rawan cedera. Jadi kami siapkan paket latihan, pola main, dan pelatih profesional, semua mantan atlet,” tambahnya.

Untuk latihan reguler, anggota dikenakan biaya Rp100 ribu per sesi berdurasi 4–5 jam bersama dua pelatih. Ke depan, Rebellion menargetkan pembinaan usia dini. “Kami rencana buka kelas junior untuk anak usia 3–5 tahun. Kalau ada bakat alam, usia 8–10 tahun sudah bisa ikut turnamen,” tegasnya. Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan lapangan baru di kawasan Klojen, yang akan diumumkan setelah proses pembelian rampung.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik kehadiran Rebellion. Ia menilai klub baru ini sejalan dengan penguatan sarana dan prestasi olahraga kota. “Lapangan semi-indoor ini dibangun lewat APBD 2023 supaya atlet tetap bisa latihan meski hujan atau panas. Harapannya, fasilitas ini bisa meningkatkan prestasi kader-kader tenis Kota Malang,” ujarnya.

Menurut Wahyu, tarif yang terjangkau juga menjadi kunci. “Tempat ini paling murah dan fasilitasnya bagus. Jadi harus dimanfaatkan dengan baik, terutama oleh atlet,” katanya. Ia berharap Rebellion menjadi ruang positif bagi masyarakat. “Saya lihat anggotanya punya latar yang beragam, sibuk, tapi tetap sisihkan waktu buat olahraga. Ini bagus untuk mendukung visi misi kota,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Malang, Rimzah Jubair, menilai Rebellion bisa menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak muda. “Saya ucapkan selamat untuk klub tenis baru di bawah PELTI Kota Malang. Mudah-mudahan sukses dan membernya banyak,” kata Rimzah.

IMG-20251128-WA0001 Rebellion Tennis Club Resmi Mengudara, Energi Baru untuk Tenis Kota Malang yang Diapresiasi Walikota

Ia menilai keberadaan komunitas olahraga sangat penting untuk mengurangi aktivitas negatif remaja. “Semakin banyak kegiatan positif seperti ini, semakin kecil peluang anak muda terjerumus hal-hal yang nggak perlu,” tegasnya.

Rimzah menyebut sudah ada sekitar 21 klub tenis terdaftar di Malang, dan jumlah itu terus bertambah. Ia menambahkan dukungan pemerintah daerah juga sudah berjalan. “Di perda kepemudaan, banyak pasal yang mendukung kegiatan positif, termasuk olahraga. KONI dan Dispora juga terus memfasilitasi,” ujarnya.

Dari sisi pembinaan, Ketua PELTI Kota Malang, Mirza Ronald Adi Saputra, menyatakan pihaknya sangat mendukung munculnya klub baru. “Adanya klub baru itu memberi warna bagi perkembangan tenis di Malang,” katanya. Mirza menyebut turnamen-turnamen yang diadakan komunitas justru membantu atmosfer kompetisi tetap hidup saat anggaran PELTI difokuskan untuk PORPROV.

Ia memuji perkembangan antusiasme tenis di Malang. “Beberapa waktu lalu ada turnamen beginner dan intermediate yang pesertanya banyak dari kalangan remaja dan dewasa. Ini pertanda peminat tenis naik,” ujarnya.

Mirza juga mengungkapkan rencana besar yang sedang digagas. “Ada satu turnamen internasional, Piala WCS Yona Uus Junior, yang selama ini di Surabaya. Insya Allah tahun depan bisa masuk ke Kota Malang. Mohon doanya,” katanya.

Terkait anggapan tenis sebagai olahraga mahal, Mirza menegaskan hal itu tidak sepenuhnya benar. “Tenis itu sebenarnya murah. Yang kadang mahal itu sewa lapangan karena mengikuti aturan pemilik. Tapi kalau bicara perlengkapan, banyak yang terjangkau. Raket second pun banyak yang bagus,” jelasnya.

Dengan berdirinya Rebellion Tennis Club, wajah olahraga Malang terasa lebih hidup. Dukungan pemerintah, DPRD, hingga federasi memperlihatkan bahwa tenis punya masa depan cerah di kota ini. Dan di tengah semangat itu, Rebellion berdiri sebagai ruang baru bagi generasi muda untuk bertumbuh, bergerak, dan menemukan panggungnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *