VOICEOFJATIM.COM – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu satuan kerja terbaik di Indonesia setelah memborong dua penghargaan Gold Winner dalam ajang Anugerah Humas Imigrasi Indonesia (AHII) 2025 di Bandung pada 20 November lalu. Dari ratusan peserta yang mengikuti kompetisi tingkat nasional ini, Imigrasi Malang berhasil unggul di kategori “The Most Caring One” untuk layanan informasi dan pengaduan publik, serta kategori “Imifluencer” lewat pengelolaan media sosial yang dinilai paling kreatif dan efektif.
Capaian di kategori “The Most Caring One” bahkan menjadi semakin istimewa karena diraih selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023. Konsistensi ini menunjukkan bagaimana pengelolaan pengaduan di Imigrasi Malang berjalan responsif, hangat, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menegaskan pentingnya kualitas komunikasi publik di lingkungan keimigrasian. “Keberadaan Kopdar Humas dan AHII merupakan bukti keseriusan kami dalam membangun kualitas layanan informasi publik yang transparan, cerdas, dan berkelas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dan dapat dipercaya, dan menurutnya, “Humas adalah wajah institusi. Di situlah kepercayaan publik dibangun.”
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Anggoro Widjanarko, mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi buah dari kolaborasi seluruh jajaran. “Penghargaan ini merupakan wujud nyata dari komitmen dan kerja keras seluruh pegawai Imigrasi Malang. Mulai dari tim humas, layanan, hingga operasional yang setiap hari melayani masyarakat dengan cepat, humanis, dan transparan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kepercayaan publik selama ini menjadi energi bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas layanan. “Penghargaan ini bukan akhir, tapi pengingat bahwa masyarakat menaruh harapan besar pada kami.”
Kemenangan Imigrasi Malang juga mencerminkan bagaimana kanal digital dan pengelolaan aduan dijalankan secara profesional. Setiap masukan masyarakat direspons cepat dan tepat, disertai pendekatan humanis yang membuat layanan terasa dekat dan mudah dijangkau. Di sisi lain, konten media sosial Imigrasi Malang semakin matang—informasi disampaikan dengan bahasa yang jelas, visual menarik, serta mampu menyesuaikan diri dengan dinamika isu keimigrasian yang berkembang.
Kantor Imigrasi Malang menyebut bahwa budaya pelayanan prima terus diperkuat sejalan dengan visi Direktorat Jenderal Imigrasi yang menekankan layanan cepat, modern, dan berbasis teknologi. Berbagai upaya memperluas akses informasi, mengoptimalkan kanal pengaduan, hingga melahirkan inovasi baru untuk publik disebut akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.











