JATIMTIMES – Malang Raya kembali menegaskan diri sebagai episentrum kreativitas nasional. Gelaran Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 tak hanya memikat mata, tetapi juga membangkitkan energi kolaborasi yang jarang terjadi. Tiga wilayah, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, berdiri sejajar dalam harmoni, menampilkan wajah kreatifnya masing-masing dalam satu tarikan napas Nusantara.
Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Fiki C. Satari, menyebut sinergi lintas wilayah ini bukan sebatas perayaan tahunan. Menurutnya, setiap kegiatan dalam ICCF dirancang selaras dengan potensi khas komunitas kreatif di daerah masing-masing. “Semua kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Setiap kota menampilkan identitasnya sendiri,” tutur Fiki.
Ia menjabarkan, Kota Batu tengah membangun citra sebagai kota agro kreatif yang berambisi menuju predikat UNESCO Creative City of Gastronomy. Kota Malang sendiri telah lebih dulu diakui dunia sebagai Creative City of Media Arts. Sementara Kabupaten Malang, terutama kawasan Singosari, diarahkan menjadi pusat budaya dan pendidikan yang menopang pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis tradisi.
Tak heran bila perhelatan bertema “Nusantaraya: Senyawa Malang Raya” itu disambut antusias. Ratusan tamu kehormatan hadir, mulai dari perwakilan kementerian, utusan presiden, hingga para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah. Lebih dari 300 delegasi dari 300 kabupaten dan kota tumpah ruah di Malang Raya, menjadikan ICCF 2025 sebagai salah satu festival terbesar yang pernah digelar jaringan ICCN.
“Bagi kami, ICCF kali ini termasuk yang paling sukses. Energinya luar biasa. Kami melihat semangat kolaborasi yang nyata di lapangan,” ujar Fiki, seraya menambahkan bahwa jaringan ICCN kini telah terbentuk di 256 kabupaten/kota di Indonesia.
Bersamaan dengan festival tersebut, ICCN juga mengadakan Forum Tertinggi Organisasi dan Rapat Anggota Tahunan 2025. Salah satu agenda penting berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, di mana para delegasi mengikuti workshop sekaligus proses bidding untuk menentukan tuan rumah ICCF 2026.
“KEK Singhasari menjadi penutup yang istimewa. Di sinilah masa depan jaringan kota











