Panduan MC: Memilih Kalimat Pembuka yang Tepat untuk Acara Keagamaan dan Formal

MALANG, VOICEOFJATIM.COM — Jadi MC atau pembicara publik bukan cuma soal percaya diri di atas panggung. Salah satu hal krusial yang kerap dilupakan adalah memilih kalimat pembuka yang pas dengan konteks acara.

Dua ungkapan pembuka yang sering digunakan adalah “Puji syukur ke hadirat Allah SWT” dan “Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa (YME)”. Sekilas terdengar sama, namun sebenarnya masing-masing punya tempat penggunaan yang berbeda.

Kalimat “Puji syukur ke hadirat Allah SWT” ideal dipakai saat membuka acara bernuansa Islami. Contohnya pada pengajian, khotbah Jumat, akad nikah, hingga acara aqiqah atau tasyakuran yang mayoritas pesertanya beragama Islam. Penggunaan diksi ini akan menciptakan suasana yang lebih akrab dan sesuai dengan nilai-nilai acara.

Sebaliknya, untuk event resmi yang audiensnya berasal dari beragam latar belakang agama, kalimat “Puji syukur ke hadirat Tuhan YME” lebih disarankan. Biasanya kalimat ini muncul dalam pidato pejabat, upacara kenegaraan, pelantikan, atau seremoni formal lainnya yang mengedepankan netralitas dan keberagaman.

“Sebagai MC atau public speaker profesional, kita dituntut peka memilih kata, agar narasi yang disampaikan tetap relevan dan tidak menyinggung audiens,” ujar Riiza Kamila, Founder Kelas Nona.

Menguasai detail semacam ini akan membuat presentasi lebih berkelas dan menunjukkan rasa hormat kepada seluruh hadirin.

Selamat mengasah skill public speaking dan terus bertumbuh! Untuk informasi selanjutnya bisa klik tautan ini ya, guys https://kelasnona.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *